OJK Gencar Lebarkan Sayap Pasar Keuangan ke ASEAN
Kamis, 13 Oktober 2016 - 15:10 WIB
OJK Gencar Lebarkan Sayap Pasar Keuangan ke ASEAN
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, untuk memperluas layanan pasar keuangan Indonesia hingga ke ASEAN, OJK mulai melebarkan melakukan sayap layanannya ke negara-negara tetangga.
Salah satunya, dengan melakukan perjanjian awal ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) dengan Thailand setelah sebelumnya sudah dilakukan terlebih dahulu dengan Malaysia.
Adanya bidikan baru ini, Indonesia akan memperlancar bidikannya ke negara-negara seperti Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. "Sebetulnya, ABIF itu berlaku 2020, tapi mulai sekarang kita melakukan kerja sama bilateral dulu dengan negara-negara ASEAN. Kita sudah kerja sama dengan Malaysia, selanjutnya Thailand," kata Muliaman, Jakarta, Kamis (13/10/2016).
Saat ini, proses kerja sama dengan Thailand segera rampung. "Prosesnya sudah berjalan, tinggal sedikit lagi. Kami sudah 2-3 kali ada pertemuan," kata dia.
Alasan Muliaman menjalin kerja sam bilateral terlebih dahulu dengan Thailand setelah dengan Malaysia, karena Thailand termasuk negara paling memiliki pengaruh terhadap negara-negara di sekitarnya.
"Jadi, kalau kita bisa menjalin dengan dia, kita bisa bergerak ke Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Karena Thailand itu paling berpengaruh sekarang untuk negara-negara tersebut," pungkasnya.
Salah satunya, dengan melakukan perjanjian awal ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) dengan Thailand setelah sebelumnya sudah dilakukan terlebih dahulu dengan Malaysia.
Adanya bidikan baru ini, Indonesia akan memperlancar bidikannya ke negara-negara seperti Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. "Sebetulnya, ABIF itu berlaku 2020, tapi mulai sekarang kita melakukan kerja sama bilateral dulu dengan negara-negara ASEAN. Kita sudah kerja sama dengan Malaysia, selanjutnya Thailand," kata Muliaman, Jakarta, Kamis (13/10/2016).
Saat ini, proses kerja sama dengan Thailand segera rampung. "Prosesnya sudah berjalan, tinggal sedikit lagi. Kami sudah 2-3 kali ada pertemuan," kata dia.
Alasan Muliaman menjalin kerja sam bilateral terlebih dahulu dengan Thailand setelah dengan Malaysia, karena Thailand termasuk negara paling memiliki pengaruh terhadap negara-negara di sekitarnya.
"Jadi, kalau kita bisa menjalin dengan dia, kita bisa bergerak ke Vietnam, Laos, Myanmar dan Kamboja. Karena Thailand itu paling berpengaruh sekarang untuk negara-negara tersebut," pungkasnya.
(izz)