Jurus DJP Perbesar Basis Pajak Baru lewat Tax Amnesty

Sabtu, 15 Oktober 2016 - 12:02 WIB
Jurus DJP Perbesar Basis...
Jurus DJP Perbesar Basis Pajak Baru lewat Tax Amnesty
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyiapkan beberapa cara untuk meningkatkan basis pajak (tax based) baru pada periode II dan III program pengampunan pajak atau tax amnesty. Salah satunya yakni dengan pemetaan data kekayaan yang dilaporkan wajib pajak (WP) dan SPH dengan data yang dimiliki DJP.

(Baca Juga: Sri Mulyani Pastikan Siap Salurkan Dana Tax Amnesty)

Lebih lanjut dia menerangkan Ditjen Pajak akan melakukan pemaksimalan dan pencocokan data, selain itu, dengan sudah banyaknya WP yang ikut tax amnesty di periode 1, bisa menjadi contoh untuk WP yang lain. "Jadi kami tidak hanya telisik dari yang ikut tax amnesty periode I, tapi kami juga gunakan eksisting data yang dimiliki DJP," jelas Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, di Jakarta.

"Kami lakukan pemetaan yang belum ikut tax amnesty, agar jadi ikut. Kan sebanyak 390 ribu WP yang sudah ikut tahap I, bisa jadi contoh bagi WP lain. Kami akan teliti SPH yang sudah dilaporkan lalu dimatch-kan," lanjutnya.

(Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Rincian Uang Tebusan Tax Amnesty Periode I)

Dia menambahkan ‎Kemenkeu juga akan melihat data-data lain yang dimiliki oleh DJP. Proses pemetaan kekayaan dari penghasilan yang dimiliki data WP setelah tax amnesty juga dikumpulkan. "Kami ingin sampaikan bahwa tax amnesty adalah hak untuk lakukan permulaan atau bangun tradisi baru yaitu kepatuhan melaporkan dan bayar pajak," kata dia.

Selanjutnya diterangkan, pengawasan terhadap kewajiban perpajakan untuk WP baru akan dilakukan, yang selama ini mereka tidak lapor, tidak membayar, dan yang telah manfaatkan tax amnesty. "Selanjutnya, kami akan lakukan outrich atau berusaha menjangkau wilayah yang bisa jadi potensi wajib pajak baru pada nantinya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Viral Pegawai Pajak...
Viral Pegawai Pajak Lakukan KDRT, DJP: Sudah Ditangani Polisi
Duh, Tiktok Sama Netflik...
Duh, Tiktok Sama Netflik Belum Setor Pajak Nih
Perkuat Sistem Perpajakan,...
Perkuat Sistem Perpajakan, Ditjen Pajak Gandeng LG CNS dan Deloitte Consulting
Didakwa Terima Suap...
Didakwa Terima Suap Rp57 Miliar, 2 Eks Pejabat Ditjen Pajak Divonis Hari Ini
Penjelasan Ditjen Pajak...
Penjelasan Ditjen Pajak Soal Pengenaan Bea Meterai Rp10.000
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
20 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved