Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Dibuka Melemah Tipis
Senin, 17 Oktober 2016 - 09:13 WIB
Bursa Saham Asia Mixed, IHSG Dibuka Melemah Tipis
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka terdepresiasi atau melemah tipis sebesar 7,38 poin atau 0,14% ke level 5.392,51. Pelemahan IHSG hari ini di tengah variatifnya bursa saham Asia.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup bertambah 59,48 poin atau 1,11% ke level 5.399,88. Penguatan IHSG pada perdagangan akhir pekan di tengah menguatnya bursa Asia.
Seperti dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), bursa saham Asia dibuka mixed atau variatif, karena pedagang mencerna pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat kemarin dan menunggu data ekonomi China pekan ini.
Di Australia, Indeks ASX 200 diperdagangkan flat, dengan sebagian besar sektor yang lebih rendah. Sektor keuangan naik 0,48% sedangkan sektor material naik 0,19%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,25% pada awal perdagangan, dengan saham terdorongan yen yang relatif melemah. Yen Jepang terhadap USD diperdagangkan pada level 104,07, dibanding di bawah 103,80 pada pekan sebelumnya.
Saham eksportir utama sebagian besar lebih tinggi. DI mana saham Toyota naik 0,77%, Nissan naik 0,7%, dan Mitsubishi Electric menambahkan 1,96%. Saham Honda lebih rendah sebesar 0,33% dan saham Sony turun 0,41%.
Pelemahan yen biasanya positif bagi eksportir karena akan meningkatkan keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi kembali ke mata uang lokal. Di sisi lain, Indeks Kospi di Korea Selatan tercatat naik 0,22%. Saham Samsung Electronics turun 1,27% menjadi 1.557.000 won Korea.
Sementara, sektor saham dalam negeri mayoritas di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah keuangan yang melemah 0,31% dan sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan yang naik 0,22%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp3,03 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp15,20 miliar dan aksi beli sebesar Rp12,17. Sebanyak 17 saham menguat, 14 melemah, dan 13 stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi RP65.000, PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp60 menjadi Rp2.660, dan PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) naik Rp40 menjadi Rp740.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp500 menjadi Rp44.500, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp400 menjadi Rp18.800, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun Rp125 menjadi Rp8.700.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup bertambah 59,48 poin atau 1,11% ke level 5.399,88. Penguatan IHSG pada perdagangan akhir pekan di tengah menguatnya bursa Asia.
Seperti dilansir Reuters, Senin (17/10/2016), bursa saham Asia dibuka mixed atau variatif, karena pedagang mencerna pidato Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada Jumat kemarin dan menunggu data ekonomi China pekan ini.
Di Australia, Indeks ASX 200 diperdagangkan flat, dengan sebagian besar sektor yang lebih rendah. Sektor keuangan naik 0,48% sedangkan sektor material naik 0,19%.
Di Jepang, Indeks Nikkei 225 naik 0,25% pada awal perdagangan, dengan saham terdorongan yen yang relatif melemah. Yen Jepang terhadap USD diperdagangkan pada level 104,07, dibanding di bawah 103,80 pada pekan sebelumnya.
Saham eksportir utama sebagian besar lebih tinggi. DI mana saham Toyota naik 0,77%, Nissan naik 0,7%, dan Mitsubishi Electric menambahkan 1,96%. Saham Honda lebih rendah sebesar 0,33% dan saham Sony turun 0,41%.
Pelemahan yen biasanya positif bagi eksportir karena akan meningkatkan keuntungan mereka di luar negeri bila dikonversi kembali ke mata uang lokal. Di sisi lain, Indeks Kospi di Korea Selatan tercatat naik 0,22%. Saham Samsung Electronics turun 1,27% menjadi 1.557.000 won Korea.
Sementara, sektor saham dalam negeri mayoritas di jalur negatif. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah keuangan yang melemah 0,31% dan sektor yang menguat tertinggi adalah pertambangan yang naik 0,22%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp22 miliar dengan 8 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp3,03 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp15,20 miliar dan aksi beli sebesar Rp12,17. Sebanyak 17 saham menguat, 14 melemah, dan 13 stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp200 menjadi RP65.000, PT Indofarma Tbk (INAF) naik Rp60 menjadi Rp2.660, dan PT Lionmesh Prima Tbk (LMSH) naik Rp40 menjadi Rp740.
Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp500 menjadi Rp44.500, PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp400 menjadi Rp18.800, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) turun Rp125 menjadi Rp8.700.
(izz)
Lihat Juga :