Utang Jangka Pendek Agustus Terus Menurun

Senin, 17 Oktober 2016 - 21:35 WIB
Utang Jangka Pendek...
Utang Jangka Pendek Agustus Terus Menurun
A A A
JAKARTA - Utang luar negeri (ULN) Indonesia pada Agustus 2016 tercatat sebesar USD323,0 miliar. Berdasarkan jangka waktu asal, utang luar negeri jangka pendek terus mengalami penurunan. Sementara utang luar negeri jangka panjang tumbuh melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Bank Indonesia Tirta Segara mengatakan, berdasarkan kelompok peminjam, utang luar negeri sektor swasta mengalami penurunan. Sementara utang luar negeri sektor publik mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Secara keseluruhan, utang luar negeri Indonesia pada Agustus 2016 tumbuh sebesar 6,3% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2016 sebesar 6,6% (yoy)," kata Tirta di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi utang luar negeri jangka panjang. Posisi utang luar negeri jangka panjang pada akhir Agustus 2016 mencapai USD282,5 miliar (87,5% dari total utang luar negeri) atau tumbuh 8,1% (yoy), sedikit lebih rendah dari pertumbuhan Juli 2016 yang sebesar 8,3% (yoy).

Sementara itu, posisi utang luar negeri jangka pendek pada akhir Agustus 2016 tercatat sebesar USD40,5 miliar (12,5% dari total utang luar negeri) atau turun 4,8% (yoy), lebih dalam dari penurunan Juli 2016 yang sebesar 3,7% (yoy).

Dia melanjutkan, berdasarkan kelompok peminjam, posisi utang luar negeri Indonesia sebagian besar terdiri dari utang luar negeri sektor swasta. Pada akhir Agustus 2016, posisi utang luar negeri sektor swasta mencapai USD163,3 miliar (50,6% dari total utang luar negeri), sementara utang luar negeri sektor publik sebesar USD159,7 miliar (49,4% dari total utang luar negeri).

Adapun, utang luar negeri sektor swasta masih mengalami penurunan 3,9% (yoy) pada Agustus 2016 setelah pada bulan sebelumnya turun 3,0% (yoy), sedangkan utang luar negeri sektor publik tumbuh 19,2% (yoy) atau meningkat dari 18,7% (yoy) pada bulan sebelumnya. Menurut sektor ekonomi, imbuh Tirta, utang luar negeri swasta pada akhir Agustus 2016 terkonsentrasi di sektor keuangan, industri pengolahan, pertambangan, serta listrik, gas dan air bersih.

"Pangsa utang luar negeri sektor tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 75,5%," ungkap dia. Pertumbuhan tahunan keempat sektor tersebut bila dibandingkan dengan Juli 2016, pertumbuhan utang luar negeri sektor industri pengolahan dan sektor listrik, gas dan air bersih tercatat meningkat.

Utang luar negeri sektor pertambangan dan sektor keuangan masih mencatat pertumbuhan negatif. Bank Indonesia memandang perkembangan utang luar negeri pada Agustus 2016 masih cukup sehat, namun terus mewaspadai risikonya terhadap perekonomian nasional.

"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memantau perkembangan utang luar negeri, khususnya utang luar negeri sektor swasta," ucapnya. Hal ini dimaksudkan untuk memberi keyakinan bahwa utang luar negeri dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas makroekonomi.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Ungkap Posisi Utang...
BI Ungkap Posisi Utang Luar Negeri Indonesia
Gubernur BI Pastikan...
Gubernur BI Pastikan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Aman
BI Pastikan Posisi Utang...
BI Pastikan Posisi Utang Luar Negeri Masih Sehat
Utang Luar Negeri Per...
Utang Luar Negeri Per Februari 2020 Melambat Jadi USD407,5 Miliar
Utang Luar Negeri Capai...
Utang Luar Negeri Capai Rp5.800 Triliun pada Kuartal I/2020
Bank Indonesia: Utang...
Bank Indonesia: Utang Luar Negeri Turun Rp141 Triliun di Kuartal II 2022
Berita Terkini
Prudential Indonesia...
Prudential Indonesia Catat 10 Tahun Beruntun dengan Jumlah MDRT Terbanyak di RI
31 menit yang lalu
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
38 menit yang lalu
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
1 jam yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
3 jam yang lalu
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved