Gubernur BI Pastikan Utang Luar Negeri Indonesia Masih Aman

Rabu, 22 April 2020 - 18:36 WIB
loading...
Gubernur BI Pastikan...
Bank Indonesia (BI) memastikan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia masih dalam kondisi aman terkendali ketika tumbuh melambat hingga Febuari 2020. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia masih dalam kondisi aman terkendali ketika tumbuh melambat hingga Febuari 2020. Adapun Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Februari 2020 tercatat meningkat 5,4% (yoy) menjadi USD407,5 miliar atau sekitar Rp6.316 triliun.

"Kalau kiat lihat lebih lanjut, ULN Indonesia masih aman terkendali dan produktif. Kalau kita lihat terkendali itu termasuk ULN pemerintah dan kalau bicara pemerintah berkaitan dengan defisit fiskal,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (22/4/2020).

Dia mengatakan angka tersebut terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD203,3 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD204,2 miliar. Menurutnya pertumbuhan ULN sektor Swasta masih relatif sama dibandingkan dengan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

“ULN swasta itu juga ada aturan yang mewajibkan mereka menerapkan manajeman risiko secara pruden yaitu hedging dan kewajiban minimum rating,” katanya.

Sambung Perry menambahkan, bakal mewaspadai utang swasta dimana akan dikelola dengan hati-hati. Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menyokong pembiayaan pembangunan, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

"Hal itu ada peraturan BI yang mewajibkan mereka menerapkan manajemen resiko secara prudent, yaitu kewajiban haging dan kewajiban untuk minimum ratingnya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
3 Negara Mayoritas Islam...
3 Negara Mayoritas Islam Terjebak Utang China, Indonesia Tembus Rp326 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved