Ekspor Jawa Tengah pada September Turun 4,05%

Selasa, 18 Oktober 2016 - 05:21 WIB
Ekspor Jawa Tengah pada...
Ekspor Jawa Tengah pada September Turun 4,05%
A A A
SEMARANG - Nilai ekspor Jawa Tengah pada bulan September 2016 sebesar USD430,98 juta atau mengalami penurunan sebesar 4,05% dibanding ekspor Agustus 2016 sebesar USD449,18 juta.

Sementara bila dibandingkan September 2015 (year on year), ekspor Jawa Tengah mengalami penurunan sebesar USD5,45 juta atau 1,25%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, ekspor kumulatif Jateng sepanjang Januari-September 2016 mencapai USD3.962,75 juta turun 2,58% dari ekspor kumulatif Januari-September 2015 (USD4.067,61 juta).

Dia mengatakan, penurunan nilai ekspor bulan September disebabkan oleh turunnya ekspor komoditas non migas sebesar 4,27%.

“Menurut jenis komoditas migas dan non migas, pada bulan September Jateng melakukan ekspor komoditas migas sebesar USD8,15 juta naik 9,14% dari ekspor migas Agustus 2016 (USD7,47 juta) dan ekspor komoditas non migas sebesar USD422,83 juta turun 4,27% dari ekspor non migas Agustus 2016 sebesar USD441,71 juta,” katanya pada Senin (17/10/2016).

Dijelaskannya, neraca perdagangan Jawa Tengah komoditas non migas bulan September 2016 surplus USD41,07 juta, dengan total ekspor non migas sebesar USD422,83 juta sedangkan impor non migas sebesar USD381,76 juta.

Sedangkan neraca perdagangan kumulatif Januari-September 2016 untuk komoditas non migas Jawa Tengah adalah surplus sebesar US$ 185,66 juta dengan total ekspor non migas sebesar USD3.899,70 juta. Dan impor non migas sebesar USD3.714,04 juta.

Dia menyebutkan, pangsa pasar utama ekspor sejauh ini masih dikuasi oleh Amerika Serikat yang mencapai USD981,35 juta, disusul ekspor ke Jepang sebesar USD443,40 juta, dan ekspor ke China sebesar USD409,63 juta.

“Peranan ketiga negara tersebut terhadap total ekspor Jawa Tengah periode Januari-September 2016 mencapai 46,29%,” ucapnya.

Sementara untuk ekspor Jawa Tengah ke kawasan ASEAN selama Januari-September 2016 mencapai USD323,03 juta atau berkontribusi sebesar 8,15% terhadap total ekspor Jawa Tengah.

“Untuk komoditas masih tekstil dan barang tekstil, kayu dan barang dari kayu serta bermacam barang hasil pabrik merupakan tiga kelompok komoditas utama yang mempunyai nilai ekspor tertinggi,” imbuhnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Ekspor Nonmigas Maret...
Ekspor Nonmigas Maret Cetak Rekor, Mendag: Bukti Perbaikan Ekonomi
6 Barang Paling Banyak...
6 Barang Paling Banyak Diimpor Indonesia dari Israel di 2024
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Membaiknya Ekspor-Impor...
Membaiknya Ekspor-Impor Tandai Pulihnya Ekonomi Domestik
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
1 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
4 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Daftar 23 Kombes Pol...
Daftar 23 Kombes Pol Pecah Bintang pada Mutasi Polri Mei 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved