Menkeu Siap Fasilitasi Dana Repatriasi Rp150 Triliun dari Swiss

Selasa, 18 Oktober 2016 - 17:27 WIB
Menkeu Siap Fasilitasi...
Menkeu Siap Fasilitasi Dana Repatriasi Rp150 Triliun dari Swiss
A A A
JAKARTA - Mendengar nama Swiss, ingatan langsung terpaku kepada negara produsen arloji mewah. Negara di Pegunungan Alpen ini juga dikenal sebagai tempat penyimpanan uang orang-orang tajir di dunia, termasuk WNI sejak masa Orde Baru silam. Oleh karena itu, potensi repatriasi harta dari Swiss diperkirakan sangat besar.

Seiring dengan itu, tersiar kabar ada satu grup perusahaan yang berencana merepatriasi dana dari Swiss sebesar Rp150 triliun ke Indonesia. Namun beberapa pengamat menyebut ada kekhawatiran dana yang berasal dari Swiss ditengarai sebagai upaya pencucian uang oleh organisasi internasional Financial Action Task Force (FATF).

Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan siap memproses secara khusus dana repatriasi dari Swiss yang tidak bisa masuk ke Indonesia, yang berjumlah Rp150 triliun. Dana repatriasi tersebut tidak bisa masuk ke Indonesia karena dana tersebut masuk dalam kriteria money laundring (pencucian uang).

Dana dari negara Swiss tersebut memang sampai saat ini masih dianggap dana jahat, sehingga membuat Bank Indonesia tidak bisa menerima dana tersebut. Terlebih lagi, saat ini pemerintah Indonesia masih belum selesai dengan FATF.

Sri Mulyani lantas memberikan syarat bila dana itu ingin difasilitasi. Yakni sang wajib pajak (WP) berniat betul-betul ingin merepatriasikan dananya dan langsung berkonsultasi dengan dirinya.

"Saya mengatakan begini ada WP yang merasa punya dana, mau deklarasi, silahkan hubungi saya langsung, apalagi sampai Rp150 triliun. Sampaikan pada saya, siapa namanya, alamatnya dimana, bank account-nya apa, proses masalah dia apa, saya akan lihat kesulitan itu," kata Sri Mulyani di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Namun sampai sejauh ini, Sri Mulyani mengaku belum menerima laporan resminya mengenai kondisi tersebut dan akan terus melakukan pemantauan.

"Saya belum terima laporan ada dana Rp150 triliun dari WP yang tidak berani masuk karena masalah Swiss itu. Tapi kami akan pantau terus," tutup dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Dongkrak Penerimaan...
Dongkrak Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Diminta 'Eksplorasi' Data Pengampunan Pajak 2016
Tax Amnesty Jilid II...
Tax Amnesty Jilid II Selesai, 11 Crazy Rich RI Ikut Pengampunan Pajak
Dikritik Soal Pajak,...
Dikritik Soal Pajak, Sri Mulyani Maju Terus Pantang Mundur
Sri Mulyani Resmi Tarik...
Sri Mulyani Resmi Tarik Pajak Pengguna WeTransfer & OffGamers
Kick Off Sosialisasi...
Kick Off Sosialisasi UU HPP, Sri Mulyani: Reformasi Pajak Dibutuhkan
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
7 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
7 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
7 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
8 jam yang lalu
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
8 jam yang lalu
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
8 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved