DPR Ungkap Belum Bahas Rencana Akuisisi PLN-PGE

Selasa, 18 Oktober 2016 - 18:30 WIB
DPR Ungkap Belum Bahas...
DPR Ungkap Belum Bahas Rencana Akuisisi PLN-PGE
A A A
JAKARTA - Wacana penggabungan PT PLN (Persero) yang akan mengakuisisi anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Gheotermal Energy (PGE) menurut Anggota Komisi VII DPR Inas Nasrullah Zubir belum pernah dibahas pada dalam rapat dengar pendapat (RDP). Menurutnya selama ini yang menjadi pembicaraan yakni terkait sinergi kedua perusahaan.

“Tidak pernah ada wacana itu (akuisisi). Ini semua salah kaprah. Persoalan ini timbul karena adanya rantai bisnis yang panjang dalam bisnis panas bumi (geothermal). Terjadi perbedaan persepsi antara Pertamina dengan PGE, makanya muncul wacana tersebut,” ungkap Inas dari Fraksi Hanura di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

(Baca Juga: Butuh Dana Besar, PLN Diragukan Akuisisi PGE)

Lebih lanjut dia menerangkan, justru ada sejumlah persoalan di pembangkit listrik panas bumi, yakni pengembang panas bumi membebankan risiko yang sangat tinggi terhadap keberhasilan pengeboran. Dia mencontohkan high cost, success ratio yang tidak pasti kepada PLN dalam bentuk harga yang mahal (fit in tariff) sebelum melakukan pemboran.

“Padahal, energi panas bumi hanya dapat digunakan untuk pembangkit listrik saja. Harus ada streamlining bisnis proses hulu (eksplorasi panas bumi) dan hilir (pembangkit listrik) untuk meningkatkan efisiensi dan mempercepat proses,” jelasnya.

Menurutnya Menteri BUMN Rini Soemarno telah meminta PLN dan Pertamina untuk melakukan sinergi tentang efisiensi tersebut. “Nah terjemahan sinergi dalam tanda kutip ini yang oleh sebagian orang memiliki arti akuisisi 50% saham PGE oleh PLN. Persoalan juga tidak semudah itu, karena Pertamina mengkaji secara komprehensif,” sambung dia.

Dia menambahkan ada kabar yang simpang siur soal mekanisme bisnis ini,yang kemudian memunculkan ide akuisisi. "Sekali lagi saya tegaskan, tidak pernah ada itu rencana akuisisi PGE oleh PLN yang dibicarakan oleh Komisi VII DPR," tegas Inas.

Sebelumnya Direktur Panas Bumi Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Yunus Saifulhak berkomentar bahwa rencana akuisisi PGE oleh PLN bukan hal yang mudah untuk direalisasikan. Apalagi yang memiliki kemampuan dalam pengembangan panas bumi adalah Pertamina.

"Tapi tentu itu domain Kementerian BUMN. Konsen kami adalah bagaimana eksplorasi dipercepat, sehingga panas bumi bisa berkembang," terang Yunus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertamina Tidak Layak...
Pertamina Tidak Layak Pimpin Holding Geothermal
Agresif Transisi Energi,...
Agresif Transisi Energi, Pertamina Geothermal Energy Berhasil Bukukan Pendapatan dari Carbon Credit
Berkat Kang Dedi, PGE...
Berkat Kang Dedi, PGE Raih PROPER Emas 11 Kali Berturut-Turut
Kado HUT RI ke-76: Teknologi...
Kado HUT RI ke-76: Teknologi Geothermal Pertama di Dunia Karya Perwira Pertamina Geothermal Energy
Rombak Direksi, Pertamina...
Rombak Direksi, Pertamina Geothermal Bagi Dividen Rp1,48 Triliun
Lewati Target, PGE Catat...
Lewati Target, PGE Catat Produksi Listrik 4.618 GWh di 2020
Berita Terkini
Riset Terbaru Novo Nordisk:...
Riset Terbaru Novo Nordisk: Wegovy Dosis Tinggi Efektif Pangkas Berat Badan
5 menit yang lalu
Kedok Perusahaan Cangkang...
Kedok Perusahaan Cangkang Miliarder Prancis Berharta Rp2.724 Triliun Terbongkar, Alat Sunat Pajak?
1 jam yang lalu
Hadir IndoBuildTech...
Hadir IndoBuildTech 2026,AM MortarBangun Interaksi dengan Pelanggan
1 jam yang lalu
IHSG Sesi Siang Merayap...
IHSG Sesi Siang Merayap Naik 0,21 Persen, Transaksi Cetak Rp6,7 Triliun
2 jam yang lalu
Apa Sih Sebenarnya Logam...
Apa Sih Sebenarnya Logam Tanah Jarang? Sering Disebut Minyak Baru
3 jam yang lalu
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
4 jam yang lalu
Infografis
Rencana Trump untuk...
Rencana Trump untuk Gaza Sama dengan Pembersihan Etnis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved