DPR Minta Ditjen Pajak Diapresiasi, Ini Jawaban Sri Mulyani
Selasa, 18 Oktober 2016 - 18:54 WIB
DPR Minta Ditjen Pajak Diapresiasi, Ini Jawaban Sri Mulyani
A
A
A
JAKARTA - Keberhasilan personel Direktorat Jenderal Pajak mensukseskan program amnesti pajak periode pertama, patut mendapat apresiasi. Mereka telah bekerja dengan loyalitas hingga larut malam guna melayani peserta tax amnesty.
Anggota Komisi XI DPR Misbakhun meminta Kementerian Keuangan agar mengapresiasi pegawai pajak yang telah bekerja dengan keras dan cerdas.
Misbakhun memuji kinerja pegawai pajak yang selama pelayanan tax amnesty banyak bekerja melampaui waktu operasional. Bahkan tidak sedikit diantara mereka makan dengan menggunakan uang pribadi.
Melihat pengorbanan mereka, Misbakhun meminta diberikan reward yakni jangan ada pemotongan anggaran untuk kinerja pegawai pajak yang sudah bekerja keras. (Baca: Pangkas Belanja K/L, Sri Mulyani Ajukan Pagu Anggaran Rp40,77 T)
"Kami mohon jangan ada pemotongan anggaran kinerja. Mereka bisa dikategorikan kerja militan. Malah kadang saya dengar mereka makan malam (padahal sudah lewat jam kantor) pakai uang mereka sendiri. Sehingga mereka bisa bekerja dengan keras tapi tetap semangat. Ini mohon diapresiasi," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/10/2016).
Menanggapi pernyataan Misbakhun tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Kemenkeu sudah memberikan apresiasi kepada 183 pegawai pajak yang telah menunjukkan kinerja mumpuni dalam melaksanakan tugas pelayanan tax amnesty.
"Kami memberikan (apresiasi) kepada semua jajaran, dari pelaksana hingga eselon IV yang memang berprestasi dan menunjukkan kinerja bagus selama proses tax amnesty tahap pertama. Mereka sebanyak 183 orang sudah mendapat penghargaan," kata Menkeu.
Meski tidak menyebutkan dalam bentuk apa atau jumlah nominal yang diberikan kepada 183 PNS ini, namun penghargaan kali ini dinilai istimewa oleh para PNS tersebut, lantaran diberikan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun.
"Mereka menilai ini istimewa, memang sebetulnya ini diberikan tiap tahun, tapi karena ini ada momen tax amnesty, maka kami berikan tunjangan sesuai prestasi mereka," pungkasnya.
Anggota Komisi XI DPR Misbakhun meminta Kementerian Keuangan agar mengapresiasi pegawai pajak yang telah bekerja dengan keras dan cerdas.
Misbakhun memuji kinerja pegawai pajak yang selama pelayanan tax amnesty banyak bekerja melampaui waktu operasional. Bahkan tidak sedikit diantara mereka makan dengan menggunakan uang pribadi.
Melihat pengorbanan mereka, Misbakhun meminta diberikan reward yakni jangan ada pemotongan anggaran untuk kinerja pegawai pajak yang sudah bekerja keras. (Baca: Pangkas Belanja K/L, Sri Mulyani Ajukan Pagu Anggaran Rp40,77 T)
"Kami mohon jangan ada pemotongan anggaran kinerja. Mereka bisa dikategorikan kerja militan. Malah kadang saya dengar mereka makan malam (padahal sudah lewat jam kantor) pakai uang mereka sendiri. Sehingga mereka bisa bekerja dengan keras tapi tetap semangat. Ini mohon diapresiasi," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (18/10/2016).
Menanggapi pernyataan Misbakhun tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan Kemenkeu sudah memberikan apresiasi kepada 183 pegawai pajak yang telah menunjukkan kinerja mumpuni dalam melaksanakan tugas pelayanan tax amnesty.
"Kami memberikan (apresiasi) kepada semua jajaran, dari pelaksana hingga eselon IV yang memang berprestasi dan menunjukkan kinerja bagus selama proses tax amnesty tahap pertama. Mereka sebanyak 183 orang sudah mendapat penghargaan," kata Menkeu.
Meski tidak menyebutkan dalam bentuk apa atau jumlah nominal yang diberikan kepada 183 PNS ini, namun penghargaan kali ini dinilai istimewa oleh para PNS tersebut, lantaran diberikan tidak perlu menunggu hingga akhir tahun.
"Mereka menilai ini istimewa, memang sebetulnya ini diberikan tiap tahun, tapi karena ini ada momen tax amnesty, maka kami berikan tunjangan sesuai prestasi mereka," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :