Indef: Upaya Bangun Kemandirian Pangan Jauh dari Harapan

Kamis, 20 Oktober 2016 - 13:14 WIB
Indef: Upaya Bangun...
Indef: Upaya Bangun Kemandirian Pangan Jauh dari Harapan
A A A
JAKARTA - Peneliti ‎Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, harapan pemerintah Indonesia untuk kemandirian pangan, nyatanya masih jauh dari kenyataan. Pasalnya, impor bahan pangan sampai Juli 2016 lebih tinggi dari tahun lalu.

Menurutnya, pemerintah mengimpor gandum, beras, hingga bawang merah karena ketersediaan di dalam negeri tidak bisa mencukupi permintaan masyarakat dalam negeri.

"Dari impor sendiri, trennya masih naik terus. Tentu ini bisa dikatakan jauh dari mandiri. Beras itu, sampai Juli kita sudah impor sekitar 400-an juta ton, sedangkan selama 2015, total impor beras kita 351 juta ton. Maka, sampai akhir tahun, bisa dibayangkan berapa impor kita," kata Heri di kantor Indef, Jakarta, Kamis (20/10/2016).

Pihaknya menyayangkan kondisi tersebut. Bahkan, yang lebih membuat miris lagi, jika dikonfirmasi dari data Global Food Security Index, kemandirian dan ketahanan pangan Indonesia masih jauh dibanding negara-negara agraris lainnya.

Global Food Security Index sendiri melakukan survey dari 113 negara di dunia termasuk negara-negara agraris yang letaknya di Asia Tenggara yang kebetulan juga negara tetangga Indonesia.

"Dari 113 negara yang disurvey kita urutan ke 71. Ini miris. Vietnam di 57, Argentinaa 37. Ironis ya, karena sebagai negara agraris, global security index kita malah jauh sekali dari mereka. Bahkan Malaysia itu di peringkat 35 dunia, masih jauh dari mandiri," pungkasya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
5 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
5 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
5 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
6 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved