Tahun Ini Industri Jamu Tumbuh Melambat

Jum'at, 21 Oktober 2016 - 05:25 WIB
Tahun Ini Industri Jamu...
Tahun Ini Industri Jamu Tumbuh Melambat
A A A
SEMARANG - Kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih di tahun 2016 ini, cukup berpengaruh terhadap pertumbuhan industri jamu di Indonesia. Industri jamu diproyeksikan hanya mengalami pertumbuhan sekitar Rp3 triliun.

Ketua Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional Indonesia (GP Jamu) Jawa Tengah, Nyoto Wardoyo mengatakan, kondisi pasar industri jamu di Jawa Tengah pada 2016 ini tidak sebaik tahun lalu. Meski mengalami pertumbuhan namun tidak sebesar tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan yang sedikit melambat ini disebabkan karena pengaruh ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih. Sehingga kondisi demikian berimbas pula pada permintaan jamu di pasar dunia," katanya Kamis (20/10/2016).

Sampai akhir tahun 2016 nanti, industri jamu Tanah Air diproyeksikan omzetnya berkisar Rp20 triliun. Jumlah tersebut tumbuh tipis dibanding pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp17 triliun.

Khusus di wilayah Jawa Tengah sendiri, sampai saat ini masih menjadi barometer obat tradisional di Indonesia. Pangsa pasar industri jamu di provinsi ini mencapai 60% terhadap nasional. Negara-negara tujuan ekspor jamu paling banyak adalah ke Arab, Hongkong, Thailand dan negara-negara di Asia. Saat ini juga sudah merambah Eropa Timur. Sedangkan produk yang memberikan kontribusi penjualan ekspor paling banyak adalah jamu pegel linu, masuk angin, dan pelangsing.

Dijelaskannya, saat ini market share industri Jamu nasional terhadap ekspor baru mencapai 15-20%. "Sampai saat ini ada sekitar 252 industri baik skala besar maupun UKM yang tergabung dalam GP Jamu Jateng. Dan sudah ada beberapa perusahaan yang berorientasi ekspor, satu diantaranya PT Sido Muncul," imbuhnya.

Tambah dia, saat ini yang masih menjadi kendala industri jamu adalah masalah bahan baku. Meski Indonesia memiliki bahan baku melimpah, namun di musim-musim tertentu kesulitan mendapatkan bahan baku produksi.

Oleh sebab itu, GP Jamu ingin menginisiasi pembangunan gudang bahan baku agar dapat menyerap hasil panen petani. "Dengan adanya gudang, selain bisa menyerap hasil panen petani juga untuk menjaga ketersediaan pasokan bahan baku," katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendorong para pelaku usaha jamu di Jateng untuk terus meningkatkan kualitas produksinya dan menambah keanekaragaman produk, supaya mampu meningkatkan daya saing di kancah pasar global.

"Diversifikasi produk dan inovasi menjadi hal penting agar bisa masuk ke pasar modern. Selain melakukan inovasi produk, para pelaku usaha industri jamu untuk menjaga kualitas dan meningkatkan kualitas produk," pesannya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Siapa Pemilik Sido Muncul,...
Siapa Pemilik Sido Muncul, Jamu Indonesia yang Mendunia
Jos Gandos! Penjualan...
Jos Gandos! Penjualan Jamu Sido Muncul Tetap Roso
Usai Kirim Tolak Angin...
Usai Kirim Tolak Angin ke Arab, Bos Sido Muncul 'Ketagihan' Ekspor ke Negara Lain
Wow! Perluasan Distribusi...
Wow! Perluasan Distribusi SIDO Bakal Cakup 150 Ribu Grosir
Jamu dan Herbal RI Diminati...
Jamu dan Herbal RI Diminati Pasar Luar Negeri, SIDO Muncul Geber Ekspor hingga Nigeria
Mecosin Bidik Pasar...
Mecosin Bidik Pasar Herbal di Indonesia
Berita Terkini
1,3 Juta Tiket Kereta...
1,3 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual saat Libur Panjang hingga 1 Juni 2026
1 jam yang lalu
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
3 jam yang lalu
4 Temuan Penting di...
4 Temuan Penting di Tengah Kejatuhan IHSG Hampir 30% dan Rupiah Mendekati Rp18.000/USD
4 jam yang lalu
Danantara Janji Ajak...
Danantara Janji Ajak Diskusi Pengusaha Tentukan Acuan Harga Komoditas yang Dibeli PT DSI
5 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.883...
Rupiah Sentuh Rp17.883 per Dolar AS, Menkeu Purbaya: Belum Hambat Aktivitas Ekonomi
6 jam yang lalu
Harga Avtur Domestik...
Harga Avtur Domestik Turun hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026, Kabar Baik buat Industri Penerbangan
7 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved