Rupiah Akhir Pekan Ditutup Terjerembab Saat USD Melejit
Jum'at, 21 Oktober 2016 - 17:14 WIB
Rupiah Akhir Pekan Ditutup Terjerembab Saat USD Melejit
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin tertekan. Pelemahan mata uang Garuda tersebut di tengah semakin menguatnya USD terhadap beberapa mata uang dunia lainnya.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.042/USD atau jauh memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.008/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.007-Rp13.068/USD.
Di sisi lain menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.030/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin melemah dari posisi kemarin di level Rp13.020/USD.
Begitu juga dengan data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semakin melemah ke level Rp13.039/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.005/USD. Rupiah pada hari ini bergerak dengan kisaran harian Rp13.000-Rp13.048/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.020/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi kemarin di level Rp12.999/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (21/10/2016), saham global mengalami kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan pada hari ini dan USD tercatat naik ke level tertinggi sejak Maret, karena euro berada di bawah tekanan.
Euro mencapai level terendah sejak Maret setelah ECB meninggalkan kebijakan pelonggaran tidak berubah pada hari ini, tapi pintu tetap terbuka untuk mengeluarkan kebijakan stimulus pada Desember.
Indeks USD menyentuh level 98,564, tertinggi sejak awal Maret, sementara euro terhadap USD turun 0,4% ke level 1,0890. USD terhadap yen sedikit berubah ke level 103,84 setelah semalam naik 0,5%.
Indeks dolar ditetapkan untuk pekan ketiga dalam mencapaik kenaikan, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.042/USD atau jauh memburuk dibanding penutupan kemarin di level Rp13.008/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.007-Rp13.068/USD.
Di sisi lain menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.030/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah semakin melemah dari posisi kemarin di level Rp13.020/USD.
Begitu juga dengan data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah semakin melemah ke level Rp13.039/USD dibanding penutupan kemarin di level Rp13.005/USD. Rupiah pada hari ini bergerak dengan kisaran harian Rp13.000-Rp13.048/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.020/USD. Posisi ini tercatat memburuk dari posisi kemarin di level Rp12.999/USD.
Dilansir Reuters, Jumat (21/10/2016), saham global mengalami kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan pada hari ini dan USD tercatat naik ke level tertinggi sejak Maret, karena euro berada di bawah tekanan.
Euro mencapai level terendah sejak Maret setelah ECB meninggalkan kebijakan pelonggaran tidak berubah pada hari ini, tapi pintu tetap terbuka untuk mengeluarkan kebijakan stimulus pada Desember.
Indeks USD menyentuh level 98,564, tertinggi sejak awal Maret, sementara euro terhadap USD turun 0,4% ke level 1,0890. USD terhadap yen sedikit berubah ke level 103,84 setelah semalam naik 0,5%.
Indeks dolar ditetapkan untuk pekan ketiga dalam mencapaik kenaikan, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Desember.
(izz)