Transaksi Pasar Modal di Yogyakarta Mencapai Rp2,7 Triliun

Senin, 24 Oktober 2016 - 23:20 WIB
Transaksi Pasar Modal...
Transaksi Pasar Modal di Yogyakarta Mencapai Rp2,7 Triliun
A A A
YOGYAKARTA - Perkembangan investor pasar modal di Daerah Istimewa Yogyakarta kian menggembirakan setiap tahunnya. Data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga per 31 September 2016 kemarin, jumlah investor pasar modal di Yogyakarta mencapai 20.091 orang. Atas pencapaian itu, BEI menyatakan terus berusaha menambah aksesiblitas masyarakat Yogyakarta terhadap pasar saham di Tanah Air.

Kepala Perwakilan BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengungkapkan, sejak dibuka di Yogyakarta pada Januari 2009, jumlah investor di Kota Gudeg ini hanya 900 orang. Selama tujuh tahun belakangan, jumlah investor terus berkembang seiring penambahan galeri-galeri investasi di kota ini. Dengan menyasar di kampus-kampus berbagai perguruan tinggi, baik ekonomi non ekonomi, galeri investasi terus dibuka. "Di Yogyakarta sendiri sudah ada 27 galeri investasi," tuturnya, Senin (24/10/2016).

Tahun 2016 ini menjadi tahun menggembirakan, karena beberapa peristiwa mampu menunjang pertumbuhan jumlah investor dan juga transaksi bursa efek di Yogyakarta. Amnesti pajak dan kompensasi lahan terdampak bandara membuat transaksi dan jumlah investor BEI dari Yogyakarta menunjukkan angka peningkatan.

Irfan mencatat, jumlah transaksi bursa efek dari investor lokal di Yogyakarta mencapai Rp2,7 triliun. Jika dirata-rata per bulan, transaksinya mencapai Rp300 miliar. Meski jumlah transaksi paska pemberlakuan amnesti pajak danpemberian kompensasi lahan bandara tidak mendongkrak rekor transaksi baru, tetapi setidaknya menambah jumlah investor baru dari Yogyakarta.

Transaksi BEI dari Yogyakarta pernah mencatatkan rekor dalam sebulan mencapai Rp500 miliar. Angka tersebut justru tercapai di awal tahun, yaitu Januari 2016. Namun ia menandaskan, memang siklus transaksi di bursa efek terutama dari Yogyakarta memang fluktuatif. "Biasa kalau liburan panjang, mereka melepas saham dan lalu investasi lagi di bulan berikutnya," paparnya.

Dari jumlah investor yang ada saat ini, lanjutnya, didominasi oleh investor-investor baru terutama dari kalangan mahasiswa. Hanya saja, transaksi yang mereka lakukan memang masih kecil karena di samping ingin coba-coba menerapkan ilmu mereka untuk menjadi investor pasar modal, keterbatasan sumber dana biasa dihadapi kalangan mahasiswa.

Kendati demikian, ia menandaskan tidak begitu risau dengan nominal transaksi para mahasiswa melalui galeri investasi di kampus mereka. Meski kecil, itu merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan dari edukasi yang mereka lakukan ke kampus-kampus. Di kemudian hari, ia yakin para mahasiswa ini akan menjadi investor kakap. "Sekarang tahap belajar terlebih dahulu," ujarnya.

Direkur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bursa Efek Indonesia, Choirudin Berlian mengatakan, dilihat dari sistem informasi yang mereka memiliki, tahun ini jumlah investor saham lokal di Tanah Air mencapai 600.000 orang. Jumlah tersebut jauh meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai 500.000 orang. "Tahun ini kami hanya menargetkan 80 ribuan investor baru," ungkapnya.
(ven)
Copyright ©2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.0893 seconds (0.1#10.140)