Jonan Iming-imingi Swasta Bangun Kilang di Indonesia

Rabu, 26 Oktober 2016 - 14:36 WIB
Jonan Iming-imingi Swasta...
Jonan Iming-imingi Swasta Bangun Kilang di Indonesia
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengundang swasta untuk berinvestasi membangun kilang (refinery) di Indonesia. Untuk membuat swasta tertarik, Jonan mengiming-iminginya dengan mengizinkan mereka memiliki wilayah kerja di hilir atau diperbolehkan memiliki pompa bensin sendiri.

(Baca: Menteri Jonan Tetapkan Prioritas di Sektor ESDM)

Dia menginginkan, kilang minyak yang ada di Indonesia terus bertambah jumlahnya. Meski tetap memprioritaskan PT Pertamina (Persero) untuk membangun kilang, namun mantan Menteri Perhubungan ini tetap mempersilakan swasta turut serta dalam berinvestasi.

"Apakah swasta itu nanti kalau punya refinery sendiri, boleh punya wilayah kerja sendiri enggak di hilirnya? Misalnya bikin pompa bensin sendiri. Boleh, enggak ada larangan," katanya saat bincang santai dengan media di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Tak hanya itu, mantan Bos PT Kereta Api Indonesia (Persero) ini juga mempersilakan swasta yang memiliki kilang untuk mengekspor hasil produksinya tersebut. Pemerintah akan membuat batasan jumlah produksi yang diekspor dan untuk domestik.

Menurutnya, berbagai kemudahan yang diberikan tersebut demi meningkatkan kapasitas kilang nasional. Pasalnya, saat ini kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari.

"Karena kebutuhan kita 1,6 juta barel per hari BBM. Kapasitas terpasang refinery kita 1,1 juta barel per hari, efektifnya 800 ribu barel per hari. Ini harus ditingkatkan," imbuh dia.‎

Jonan membandingkan dengan Singapura, di mana kapasitas kilang Negeri Singa Putih tersebut mencapai 1,5 juta barel per hari sedangkan konsumsinya hanya 150 ribu barel per hari. Sehingga, mereka bisa mengekspor produksinya dalam jumlah besar.

"Kalau kita lihat ASEAN saja, itu pertumbuhannya (ekspor migas) juga tinggi 4%-5%, tapi kan ini growing. Kita enggak akan makan pasar orang lain yang sudah ada, tapi creating new market dan new customer. Jadi enggak masalah. Itu prioritas sampai akhir Desember," tandas Jonan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Implementasi Penurunan...
Implementasi Penurunan Harga Gas Terkendala Teknis Lapangan
Realisasi Lifting Migas...
Realisasi Lifting Migas di 2020 Capai 1.682 Mboepd
Menteri ESDM Minta Pertamina...
Menteri ESDM Minta Pertamina Lakukan Evaluasi Pacsa Kebakaran Kilang Minyak Balongan
Pertamina Beberkan Pentingnya...
Pertamina Beberkan Pentingnya Membangun Kilang Minyak Baru di Tanah Air
Gairahkan Investasi...
Gairahkan Investasi Hulu Minyak dan Gas, Pemerintah Lelang 12 WK Migas
Banyak Harta Karun RI...
Banyak Harta Karun RI Belum Digarap, Terpendam di 68 Cekungan
Berita Terkini
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
19 menit yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
32 menit yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
52 menit yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
1 jam yang lalu
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
1 jam yang lalu
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved