Rupiah Ditutup Menguat Terbatas, USD Jaga Tren Positif
Rabu, 26 Oktober 2016 - 16:57 WIB
Rupiah Ditutup Menguat Terbatas, USD Jaga Tren Positif
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup menguat terbatas, dibandingkan sesi pagi yang sempat menyentuh kisaran level Rp12.900/USD. Penguatan mata uang Garuda tersebut di tengah bersinarnya dolar Australia saat USD masih jaga tren positif terhadap enam mata uang utama.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.004/USD atau sedikit membaik dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.005/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran harian Rp12.978-Rp13.025/USD.
Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah berakhir menguat ke level Rp13.005/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.008/USD. Angka ini memperlihatkan membaiknya rupiah yang bergerak dengan kisaran harian Rp12.978-Rp13.025/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.005/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi kemarin di level Rp13.020/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp12.997/USD. Posisi ini tercatat membaik dari posisi kemarin di level Rp13.022/USD.
Dilansir Reuters, Rabu (26/10/2016) dolar Australia berada dalam performa terbaik dibantu data inflasi yang membaik serta kemungkinan pemotongan suku bunga acuan oleh Bank of Australia dalam waktu dekat. Aussie melompat ke level 0.7709 terhadap USD yang diyakini terimbas membaiknya konsumsi konsumen ketika inflasi menunjukkan kenaikan.
"Inflasi menjadi lebih kuat dari yang diharapkan dan sepertinya November akan ada pemotongan suku bunga. Meskipun ada kemungkinan hal itu terjadi pada awal tahun depan, tapi saat ini kita bisa melihat yang terbaik dari Aussie," ucap Strategi Mata Uang Nomura Yujiro Goto.
Di sisi lain indeks USD melawan greenback terhadap enam mata uang utama tergelincir ke level 98.606, setelah sempat meroket kemarin ke level 99.119 atau menjadi yang tertinggi sejak 1 Februari. Mata uang AS telah diperkuat oleh ekspektasi The Fed atau Bank Sentral AS berada pada trek untuk menaikkan suku bunga acuan alias Fed rate di akhir tahun.
Pelaku pasar memprediksi peluang Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan Desember sebesar 78%, menurut data CME FedWatch. Sedangkan euro berakhir lebih tinggi 0,2% ke level 1.09075 melawan USD, usai sempat tergelincir ke posisi terendah hampir dalam delapan bulan. Sementara USD masih kokoh terhadap Yen Jepang ke level 104.14, meski lebih rendah dari sesi sebelumnya.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.004/USD atau sedikit membaik dibanding penutupan kemarin yang berada di level Rp13.005/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran harian Rp12.978-Rp13.025/USD.
Data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah berakhir menguat ke level Rp13.005/USD dibanding penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp13.008/USD. Angka ini memperlihatkan membaiknya rupiah yang bergerak dengan kisaran harian Rp12.978-Rp13.025/USD.
Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berakhir di posisi Rp13.005/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah menguat dari posisi kemarin di level Rp13.020/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, tertahan di level Rp12.997/USD. Posisi ini tercatat membaik dari posisi kemarin di level Rp13.022/USD.
Dilansir Reuters, Rabu (26/10/2016) dolar Australia berada dalam performa terbaik dibantu data inflasi yang membaik serta kemungkinan pemotongan suku bunga acuan oleh Bank of Australia dalam waktu dekat. Aussie melompat ke level 0.7709 terhadap USD yang diyakini terimbas membaiknya konsumsi konsumen ketika inflasi menunjukkan kenaikan.
"Inflasi menjadi lebih kuat dari yang diharapkan dan sepertinya November akan ada pemotongan suku bunga. Meskipun ada kemungkinan hal itu terjadi pada awal tahun depan, tapi saat ini kita bisa melihat yang terbaik dari Aussie," ucap Strategi Mata Uang Nomura Yujiro Goto.
Di sisi lain indeks USD melawan greenback terhadap enam mata uang utama tergelincir ke level 98.606, setelah sempat meroket kemarin ke level 99.119 atau menjadi yang tertinggi sejak 1 Februari. Mata uang AS telah diperkuat oleh ekspektasi The Fed atau Bank Sentral AS berada pada trek untuk menaikkan suku bunga acuan alias Fed rate di akhir tahun.
Pelaku pasar memprediksi peluang Fed untuk menaikkan suku bunga acuan pada bulan Desember sebesar 78%, menurut data CME FedWatch. Sedangkan euro berakhir lebih tinggi 0,2% ke level 1.09075 melawan USD, usai sempat tergelincir ke posisi terendah hampir dalam delapan bulan. Sementara USD masih kokoh terhadap Yen Jepang ke level 104.14, meski lebih rendah dari sesi sebelumnya.
(akr)