Indonesia Masuk Jajaran 10 Negara Terobosan Terbanyak

Rabu, 26 Oktober 2016 - 19:17 WIB
Indonesia Masuk Jajaran...
Indonesia Masuk Jajaran 10 Negara Terobosan Terbanyak
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, Indonesia saat ini masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan terobosan terbanyak (top reformer countries) versi World Bank alias Bank Dunia.

Terobosan ini membuat peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia pun meningkat tajam, dari peringkat 106 menjadi peringkat 91.

Darmin menambahkan, Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara dengan terobosan terbanyak, karena dianggap telah melakukan reformasi atau perbaikan paling banyak. Tercatat, Indonesia telah melakukan perbaikan pada 7 dari 10 kelompok indikator yang dikategorikan Bank Dunia. (Baca: Jokowi Tidak Puas dengan Peringkat Kemudahan Berbisnis Indonesia)

"Walau kenaikannya masing-masing beda. Bahkan ada yang sedikit turun, karena kita membaik, orang lain membaik lebih cepat," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

Adapun tujuh indikator tersebut antara lain, indikator memulai usaha (starting business), pendaftaran properti (registring property), proses mendapatkan sambungan listrik (getting electricity), pembayaran pajak (paying taxes), akses terhadap kredit (getting credit), ekspor dan impor barang (trading across border), dan penegakan kontrak (enforcing contracts).

"Kemajuan yang dicapai saat ini merupakan cerminan komitmen pemerintah Indonesia untuk menciptakan iklim usaha lebih kompetitif dengan mempermudah memulai dan menjalankan usaha," imbuh dia. (Baca: Singapura Tergelincir dari Singgasana Negara Paling Mudah Berbisnis)

Di ASEAN sendiri, sambung mantan Gubernur Bank Indonesia ini, peringkat Malaysia turun lima poin jadi peringkat 23, Singapura turun satu poin jadi peringkat dua, Thailand naik tiga poin jadi peringkat 46, Brunei naik 12 poin jadi peringkat 72, Vietnam naik delapan poin jadi peringkat 82. Sementara Indonesia naik 15 poin jadi peringkat 91.

"Tapi World Bank juga mengatakan perubahan kita itu, perubahan aturannya agak terlambat pada saat mereka survei, sehingga tidak bisa rekam lagi pelaksanaan di laporan. Mudah-mudahan masuk di tahun depan," tandasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Bank Dunia Nilai Pemulihan...
Bank Dunia Nilai Pemulihan Ekonomi Indonesia Lamban
Bank Dunia Pangkas Proyeksi...
Bank Dunia Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2022
Wow, Bank Dunia Prediksi...
Wow, Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Berada di Level 0%
Bank Dunia Proyeksi...
Bank Dunia Proyeksi Ekonomi 2020 Minus
Bank Dunia Yakin Roda...
Bank Dunia Yakin Roda Ekonomi RI Bergulir Lagi Agustus Nanti
Berita Terkini
M2P Fintech Dorong Industri...
M2P Fintech Dorong Industri Keuangan Perkuat Sistem Anti-Fraud Berbasis AI
19 menit yang lalu
Intip Kontribusi Vokasi...
Intip Kontribusi Vokasi Sampoerna Karya Bangsa untuk Cetak SDM Unggul
32 menit yang lalu
Said Iqbal Minta Pajak...
Said Iqbal Minta Pajak JHT Dihapus bagi Seluruh Penerima
52 menit yang lalu
Sinergi Berkelanjutan,...
Sinergi Berkelanjutan, bank bjb Dukung Percepatan Program Rumah Layak Huni melalui BSPS 2026
1 jam yang lalu
Dukung Sekolah Rakyat,...
Dukung Sekolah Rakyat, SIG Pasok Material Konstruksi Ramah Lingkungan di 4 Provinsi
1 jam yang lalu
Mengapa Sensus Ekonomi...
Mengapa Sensus Ekonomi Masih Dilakukan dari Pintu ke Pintu?
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved