Pemerintah Belum Punya Solusi Atasi Tingginya Harga Cabai
Jum'at, 28 Oktober 2016 - 17:22 WIB
Pemerintah Belum Punya Solusi Atasi Tingginya Harga Cabai
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum memiliki solusi untuk mengatasi harga cabai yang naik tajam. Padahal, harga cabai merah di sejumlah daerah telah menembus Rp80 ribu per kilogram (kg).
(Baca: Ini Penyebab Harga Cabai Meroket Tembus Rp80 Ribu/Kg)
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan para petani enggan memanen. Sebab, jika mereka memaksakan diri untuk panen justru mereka yang akan rugi, karena cabai-cabai tersebut akan busuk pada saat sampai di lokasi.
"Sebenarnya bisa panen enggak ada masalah. Cuma mereka enggak mau petik. Karena, begitu dipetik busuk. Sekarang itu karena curah hujan terlalu tinggi, petani enggak mau metik dulu," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (28/10/2016).
Menurutnya, stok cabai di sejumlah sentra produksi cukup. Namun, stok tersebut tak bisa didistribusikan karena para petani enggan memanen. Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki solusi apapun untuk mengatasi hal tersebut.
Pihaknya saat ini hanya akan menahan diri untuk tidak melakukan importasi cabai sambil menunggu para petani tersebut kembali memanen. "Jadi sampai saat ini kami menahan untuk tidak melakukan impor. Kita coba menunggu waktu pemetikan. Karena stoknya banyak," tandas dia.
(Baca: Ini Penyebab Harga Cabai Meroket Tembus Rp80 Ribu/Kg)
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, curah hujan yang tinggi mengakibatkan para petani enggan memanen. Sebab, jika mereka memaksakan diri untuk panen justru mereka yang akan rugi, karena cabai-cabai tersebut akan busuk pada saat sampai di lokasi.
"Sebenarnya bisa panen enggak ada masalah. Cuma mereka enggak mau petik. Karena, begitu dipetik busuk. Sekarang itu karena curah hujan terlalu tinggi, petani enggak mau metik dulu," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Jumat (28/10/2016).
Menurutnya, stok cabai di sejumlah sentra produksi cukup. Namun, stok tersebut tak bisa didistribusikan karena para petani enggan memanen. Hingga saat ini, pemerintah belum memiliki solusi apapun untuk mengatasi hal tersebut.
Pihaknya saat ini hanya akan menahan diri untuk tidak melakukan importasi cabai sambil menunggu para petani tersebut kembali memanen. "Jadi sampai saat ini kami menahan untuk tidak melakukan impor. Kita coba menunggu waktu pemetikan. Karena stoknya banyak," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :