Kemenperin Genjot Peningkatan Ekspor Sepeda Motor

Kamis, 03 November 2016 - 02:08 WIB
Kemenperin Genjot Peningkatan...
Kemenperin Genjot Peningkatan Ekspor Sepeda Motor
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri otomotif khususnya sepeda motor di dalam negeri untuk terus berupaya mencari terobosan baru, dalam upaya meningkatkan ekspor. Menurutnya teknologi mesin yang efisien dan rendah emisi gas buang, dapat menjadi daya tarik sesuai dengan kebutuhan pasar global.

”Saat ini industri sepeda motor sudah menggunakan Euro 3. Kami terus mendorong agar segera masuk ke Euro 4 karena standar emisinya lebih bagus dan dapat meningkatkan ekspor. Kami targetkan ekspor bisa mencapai 20%,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (2/11/2016).

Lebih lanjut dia menerangkan, meski ekspor sepeda motor meningkat 800% dalam tiga tahun terakhir, tetapi jika dihitung dalam bentuk jumlah unit masih terbilang kecil karena hanya sekitar 300 ribu unit motor. Bahkan, masih sangat jauh jika dibandingkan dengan kebutuhan pasar di Indonesia.

“Market di Indonesia sebesar 6 juta per tahun, berarti ekspornya baru 5 persen,” sambungnya.

Airlangga pun menyampaikan, populasi sepeda motor di Indonesia mencapai 90 juta unit atau lebih dari sepertiga jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta jiwa. Jumlah ini memperlihatkan sepeda motor menjadi alternatif utama masyarakat dalam menjalankan aktivitasnya di tengah ketersediaan transportasi publik yang belum maksimal.

“Meningkatnya kebutuhan sarana transportasi, khususnya alat transportasi darat,berperan memacu tumbuh kembangnya industri kendaraan, termasuk industri sepeda motor,” tuturnya.

Dalam lima tahun terakhir, menurutnya industri sepeda motor di Indonesia telah menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dengan rata-rata produksi di atas 7 juta unit per tahun. Capaian tersebut membuat Kemenperin optimistis terhadap tren pertumbuhan industri sepeda motor dalam negeri yang akan meningkat secara konsisten dalam beberapa tahun mendatang.

Hal ini juga semakin memantapkan posisi Indonesia sebagai produsen sepeda motor ketiga terbesar di dunia setelah China dan India. Di sisi lain, Kemenperin menekankan pentingnya pengoptimalan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development/R&D) di dalam negeri, sehingga industri sepeda motor nasional mampu mengembangkan produk yang sesuai kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

Menperin pun meminta kepada para prinsipal untuk lebih memberikan perhatian pada peningkatan kegiatan desain dan kegiatan teknis dalam negeri yang disertai dengan upaya-upaya untuk meningkatkan bobot kemampuan SDM di Indonesia. Dengan demikian, kegiatan industri manufaktur sepeda motor akan meningkat pesat.

“Industri sepeda motor merupakan sektor padat teknologi yang dapat bermanfaat menjadi wahana pendidikan untuk mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi manufaktur di industri otomotif. Untuk itu, Pemerintah terus mendorong sinergi dengan akademisi, pebisnis, dan komunitas dalam membangun SDM industri otomotif di Indonesia," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluang Ekspor Industri...
Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Meski Pandemi, Ekspor...
Meski Pandemi, Ekspor Otomotif pada Maret Meningkat 18,40%
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
5 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
5 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
6 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
6 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
7 jam yang lalu
Infografis
Pengendara Motor 250...
Pengendara Motor 250 hingga 500 cc Wajib Miliki SIM C1
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved