Pengaruhi Capital Inflow, BI Terus Pantau Situasi AS

Kamis, 03 November 2016 - 15:13 WIB
Pengaruhi Capital Inflow,...
Pengaruhi Capital Inflow, BI Terus Pantau Situasi AS
A A A
JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjio mengatakan, BI masih terus memantau posisi arus dana asing yang masuk ke Indonesia (capital inflow) akibat The Fed tak mengubah suku bunga atau tetap 0,5% serta dampak dari pemilu presiden di Amerika Serikat (AS).

BI masih akan terus memantau hingga pekan depan sampai keputusan akhir pilpres di AS final dan diperoleh nama kandidat calon presiden yang memenangkan pilpres tersebut.

"Terkait pilpres kami lihat minggu depan seperti apa. Memang seminggu terakhir terjadi peningkatan ketidakpastian di pasar global khususnya saham, kami antisipasi," katanya di Jakarta, Kamis (3/11/2016).

Namun sejauh ini, dampaknya terhadap Indonesia tidak besar bahkan sama sekali tidak ada. Bahkan portfolio inflow juga masih cukup baik hingga menjelang akhir pilpres.

"Tidak ada sama sekali dampaknya. Itu dalam arti portfolio inflow masih masuk, kurs juga kita perhatikan relatif stabil dan cukup baik," imbuh Perry.

BI juaga mengantisipasi dan melihat aliran modal asing bukan hanya melalui portfolio, inflow dari PMA dan juga antisipasi dari repatriasi dana tax amnesty jilid dua.

Seperti diketahui periode pertama tax amnesty, wajib pajak yang catatkan repatriasi sekitar Rp143 triliun. UU tax amnesty menyebutkan bahwa masuknya dana repatriasi dimungkinkan sampai akhir tahun ini.

"Maka perhitungan kami setidaknya Rp100 triliun akan masuk sampai akhir tahun ini. Yang Rp143 triliun sudah masuk sekitar Rp40 triliun. Yang Rp100 triliun itu akan masuk dan kami antisipasi di Desember ini," kata dia.

Sampai saat ini, capital inflow yang masuk sekitar Rp157 triliun dalam bentuk portfolio inflow, dan tidak termasuk PMA. "Saham sekitar Rp37 triliun, sisanya itu obligasi pemerintah," pungkasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
48 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
51 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved