Rupiah Dibuka Terkapar, USD Balik Hantam Yen

Senin, 07 November 2016 - 10:29 WIB
Rupiah Dibuka Terkapar,...
Rupiah Dibuka Terkapar, USD Balik Hantam Yen
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup tidak berdaya, setelah akhir pekan sebelumnya sempat naik tipis di tengah aksi besar 4 November 2016 lalu. Pelemahan mata uang Garuda hari ini terjadi saat USD balik menekan yen.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini dibuka pada level Rp13.105/USD atau semakin memburuk dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.068/USD. Rupiah sendiri hari ini bergerak pada kisaran harian Rp13.090-Rp13.117/USD.

Sementara data Yahoo Finance, menunjukkan rupiah stagnan di level Rp13.065/USD dibanding penutupan sebelumnya pada posisi yang sama. Rupiah sempat bergerak semakin melemah ke level Rp13.086/USD pada pukul O9.56 WIB dengan kisaran harian Rp13.065-Rp13.111/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka di level Rp13.082/USD. Posisi ini lebih baik dari posisi akhir kemarin di level Rp13.103/USD.

Pelemahan rupiah juga terjadi terlihat di data SINDOnews bersumber dari Limas yang pagi ini berada pada level Rp13.107/USD atau semakin melemah dibandingkan sebelumnya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (7/11/2016) USD menguat pada awal perdagangan hari ini, setelah FBI mengatakan salah satu calon Presiden Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton bebas dari dakwaan pidana terkait tuduhan penggunaan server email pribadi untuk kepentingan negara. Namun kasus itu menemui titik terang, ketika FBI menyatakan calon dari Demokrat tersebut bebas dari tuduhan.

Pasar cenderung mendukung Hillary Clinton dibandingkan rivalnya Trump, lantaran dinilai memberikan efek positif ke pasar keuangan. Bebasnya Hillary dari tuduhan membuat USD naik 1,1% pada level 104.275 ketika melawan yen, setelah bergelombang pada level 104.530 dalam awal perdagangan.

Sedangkan euro menyusut 0,5% menjadi USD1.1089, menjauhi level tertinggi dalam empat pekan sebelumnya ke level USD1.1143. Mata uang Negeri Paman Sam -julukan AS- untuk balik menguat melawan franc Swiss, ketika bertambah 0,6% ke posisi 0.9739.

"Dolar kembali menguat setelah peluang Trump kembali mengecil. Tapi sejauh ini kabar terbaru soal Clinton, mempertahankan kebijakan untuk membuat USD menguat," Ketua Strategi Forex Mizuho Securities Masafumi Yamamoto di Tokyo.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
5 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
5 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved