Impack Pratama Tawarkan Kupon Obligasi 9,50%-10,25%

Selasa, 08 November 2016 - 01:01 WIB
Impack Pratama Tawarkan...
Impack Pratama Tawarkan Kupon Obligasi 9,50%-10,25%
A A A
JAKARTA - PT Impack Pratama Industri Tbk (kode emiten: IMPC), produsen dan distributor bahan bangunan dan barang plastik, mengumumkan rencana penerbitan Obligasi melalui Penawaran Umum Obligasi I Impack Pratama Industri Tahun 2016 yang akan diterbitkan dalam dua seri.

Obligasi Seri A dengan jangka waktu tiga tahun dengan kisaran bunga 9,50%-10,00% sejak Tanggal Emisi. Dan Obligasi Seri B dengan jangka waktu lima tahun dengan kisaran bunga 9,75%-10,25% sejak Tanggal Emisi.

Penjamin Pelaksana Emisi Efek dalam Penawaran umum ini adalah PT BCA Sekuritas dan PT Sucorinvest Central Gani. Nilai Obligasi yang akan diterbitkan berjumlah pokok sebanyak-banyaknya Rp500 miliar, dengan jaminan sebesar minimum 110% dari nilai pokok Obligasi.

Obligasi ini mendapatkan peringkat idA- dari Pefindo. Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan Obligasi, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya sebagai pelunasan utang bank Perseroan dan/atau Entitas Anak, belanja modal dari Perseroan dan/atau Entitas Anak, dan modal kerja untuk Perseroan dan/atau Entitas Anak.

Direktur Utama Perseroan, Haryanto Tjiptodihardjo, mengatakan pengalaman dan jejak rekam Perseroan yang teruji selama 35 tahun, manajemen operasi yang baik, proyeksi arus kas yang kuat dan profil Perseroan yang baik. “Kami optimistis Obligasi ini akan mendapatkan respons yang positif dari investor,” ungkap Haryanto di Jakarta, Senin (7/11/2016).

Mardy Sutanto, Direktur Utama PT BCA Sekuritas, yang merupakan salah satu Penjamin Pelaksana Emisi Efek Obligasi ini menuturkan, tim manajemen yang andal dan berpengalaman di industri bahan bangunan dan barang plastik, profitabilitas yang kuat didukung dengan kinerja dan efisiensi, serta peringkat yang didapatkan Perseroan, merupakan dasar bagi mereka menawarkan Obligasi ini kepada investor.

Direktur Utama PT Sucorinvest Central Gani selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek Obligasi, Nicolaos Oentung menambahkan Impack Pratama merupakan pemimpin pasar di industri bahan bangunan dengan prospek sangat baik. "Dengan potensi pasar yang besar, kami optimistis ini akan menjadikannya sebagai investasi yang menarik," ujar dia.

Perseroan memiliki strategi yang fokus pada peningkatan volume penjualan di bidang manufaktur dan distribusi, program marketing campaign untuk penjualan retail dan segmen pasar proyek. Perseroan secara agresif menawarkan produk-produk untuk aplikasi pertanian, seperti rumah kaca (greenhouse), penjemuran kopi, atap nursery dan lain-lain.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Impack Pratama Industri...
Impack Pratama Industri Tbk Ikut Berperan Tanggulangi COVID-19
PT Impack Pratama Industri...
PT Impack Pratama Industri Guyur Pemegang Saham Rp77,3 Miliar
Pendapatan IMPC Naik...
Pendapatan IMPC Naik 42% di Kuartal 2-2021
Kinerja Kuartal I Moncer,...
Kinerja Kuartal I Moncer, IMPC Kian Agresif Bidik Pasar Indonesia Timur
PT Sarana Mitra Luas...
PT Sarana Mitra Luas Tbk Terbitkan Obligasi, Kupon Hingga 7,80%
Pendapatan Impack Pratama...
Pendapatan Impack Pratama Lampaui Target di 2020
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
20 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
37 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
43 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
48 menit yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
49 menit yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved