Kudus Jadi Model Indonesia Naik Kelas

Selasa, 08 November 2016 - 09:41 WIB
Kudus Jadi Model Indonesia...
Kudus Jadi Model Indonesia Naik Kelas
A A A
JAKARTA - Gerakan pembangunan daerah tidak akan lepas dari inovasi dan berbagai program yang disusun kepada daerah. Program yang dirancang baik, tapat sasaran, dan dilaksanakan dengan berkesinambungan akan menjadi modal kemajuan suatu wilayah.

Bagi Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), pemberdayaan ekonomi kerakyatan terbukti mengubah kehidupan masyarakat bawah yang selama ini tak bisa mengakses lembaga keuangan. Dengan program kredit usaha produktif (KUP) mereka kini tumbuh mapan.

"Megara wajib hadir membantu rakyatnya. Maka kemudian muncullah program kredit usaha produktif (KUP)," kata Bupati Kudus Musthofa saat menjadi pembicara dalam seminar Indonesia Naik Kelas yang digelar KORAN SINDO dan SINDOnews.com di Grand Ballroom Hotel Kempinski, Jakarta, kemarin.

Musthofa menceritakan, sebelumnya sering terjadi kredit pemberdayaan kepada warga macet di tengah jalan. Penyebabnya, dana kredit dari APBD dianggap warga sebagai hibah. Keadaan berubah ketika diluncurkan KUP.

Masyarakat menjadi terbantu karena pinjaman itu tanpa disertai jaminan dan bunga yang hanya 0,6% per tahun. Itu sudah termasuk bebas biaya administrasi, material, dan asurans. "Dan ternyata nol tunggakan. Dari ribuan debitur tidak ada yang kredit macet. Sejak itu kami canangkan tiada hari tanpa menabung," tuturnya.

Keberhasilan Kudus dalam menggerakkan ekonomi kemasyarakat melalui KUP ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Presiden, kata Musthofa, bahkan meminta literasi keuangan di Kudus menjadi percontohan nasional.

Laju pembangunan Kudus tak semata soal ekonomi. Di bidang pendidikan, selain memberikan pendidikan gratis tingkat SD hingga SMA di Kota Kretek ini juga berdiri 14 sekolah baru tanpa menggunakan dana APBD. Salah satu yang istimewa, sekolah khusus animasi dan kemaritiman.

"Kudus memang tidak memiliki laut, namun kami bertekad menguasai laut. Selain itu, sekolah animasi kita terbaik dan didirikan tanpa menggunakan dana APBD," ungkap Musthofa.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu...
Selamat Jalan Mas Edi...Kebaikanmu Akan Selalu Kami Kenang
Indonesiasentris & Pembangunan...
Indonesiasentris & Pembangunan Seluruh Rakyat Indonesia
HUT ke-16, Ini Link...
HUT ke-16, Ini Link Registrasi Webinar Koran Sindo: Tren Bank Digital dan Geliat UMKM Go International
Adam Prawira, Pemimpin...
Adam Prawira, Pemimpin yang Berdedikasi dan Mengayomi
Obituari Helmi Syarif,...
Obituari Helmi Syarif, Wartawan Senior Koran Sindo dan Sindonews yang Humanis
Jadi Senjata Pikat Cewek,...
Jadi Senjata Pikat Cewek, Ini Tips Mengasah Selera Humormu
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
27 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved