Neraca Terintegrasi Akan Dorong Stabilitas Sistem Keuangan

Rabu, 09 November 2016 - 11:57 WIB
Neraca Terintegrasi...
Neraca Terintegrasi Akan Dorong Stabilitas Sistem Keuangan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkenalkan neraca terintegrasi dalam bentuk National and Regional Balance Sheet untuk mengukur kerentanan sistem keuangan Indonesia. National and Regional Balance Sheet merupakan statistik yang mengintegrasikan data lintas sektor.

(Baca Juga: BI Ungkap 8 Poin Penting UU Penanganan Krisis Keuangan)

Ketersediaan data tersebut diharapkan dapat mendorong stabilitas sistem keuangan melalui analisis, pengawasan, dan mitigasi risiko. Hal tersebut diangkat dalam seminar nasional yang bertajuk Pemanfaatan National and Regional Balance Sheet untuk Mengukur Kerentanan Sistem Keuangan Indonesia.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, pengalaman krisis keuangan di masa lalu yang ditandai oleh adanya gangguan dalam arus keuangan antar sektor perekonomian memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya memahami keterkaitan antar sektor ekonomi.

Seiring dengan semakin kompleksnya sistem perekonomian dan keuangan di Indonesia, perkembangan transaksi ekonomi dan keuangan di antara sektor-sektor ekonomi pun turut meningkat sehingga mendorong interkonektivitas antar sektor yang semakin tinggi.

"Hubungan interkoneksi yang tinggi antar sektor tersebut menyebabkan semakin terbukanya jalur penularan risiko dari suatu sektor kepada sektor lainnya, baik di dalam lingkup domestik maupun dalam lintas batas negara," kata dia dalam sambutan seminar di Gedung BI, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Menyikapi kondisi tersebut dan sejalan dengan rekomendasi G20, Bank Indonesia bekerja sama dengan institusi terkait sejak tahun 2014 telah menyusun National and Regional Balance Sheet guna memperkuat analisa dan pemahaman akan perilaku, aktivitas dan karakteristik di tiap-tiap sektor ekonomi serta hubungan keterkaitan di antara sektor-sektor tersebut.

Ketersediaan National Balance Sheet yang terintegrasi akan semakin memperkuat cakupan (dimensi) analisa risiko sistem keuangan yang bersifat lintas sektor (cross section). Dalam sistem keuangan, identifikasi dan mitigasi risiko perlu dilakukan baik dalam dimensi antar sektor maupun antar waktu (time series).

Menurut Perry, dari dimensi antar sektor, identifikasi tidak hanya melihat keterkaitan sektor rumah tangga dengan sektor keuangan, atau sektor rumah tangga dengan sektor korporasi, namun juga keterkaitan sektor domestik dengan internasional.

Selain itu, dimensi antar sektor juga menggambarkan bagaimana risiko terdistribusi dalam sistem keuangan, yang disebabkan oleh kesamaan eksposur (concentration risk) dan/atau interkoneksi dalam sistem keuangan (contagion risk).

"Sementara itu, dimensi antar waktu menggambarkan bagaimana risiko dalam sistem keuangan berevolusi sepanjang waktu, khususnya risiko yang disebabkan oleh perilaku prosiklikal (mengikuti siklus ekonomi) suatu sektor ekonomi," jelas dia.

Secara khusus, National Balance Sheet merupakan statistik yang menggabungkan secara sistematis data seluruh sektor dalam perekonomian, yaitu perbankan, institusi keuangan nonbank, korporasi, rumah tangga, pemerintah pusat, pemerintah daerah, bank sentral dan sektor eksternal dalam satu kesatuan data terintegrasi yang mengambarkan aktivitas finansial antar sektor.

Tujuannya adalah untuk mendorong stabilitas sistem keuangan melalui analisis, pengawasan, dan mitigasi aspek-aspek risiko dalam likuiditas, ketidakseimbangan keuangan (financial imbalances), dan risiko sistemik intersektoral.

"Sementara Regional Balance Sheet memberikan gambaran kondisi perekonomian dan keuangan daerah serta bagaimana interaksi antar sektor dalam suatu regional, interaksi antar regional dan interaksi suatu regional dengan sektor luar negeri," tandasnya.

Sebagai informasi seminar dihadiri oleh perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Bappenas, BPS, OJK, LPS, PPATK, Lembaga Riset, Staf Ahli DPR, perbankan, lembaga keuangan bukan bank, asosiasi korporasi, serta Pemda provinsi yang menjadi wilayah percontohan (pilot project).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bank Sentral Cabut Subsidi...
Bank Sentral Cabut Subsidi Bahan Bakar, Warga Marah Blokir Jalanan Lebanon
Bos Bank Syariah Indonesia...
Bos Bank Syariah Indonesia Ungkap Krisis Pasti Datang
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Belajar dari Krisis...
Belajar dari Krisis 2008, BI Andalkan Kebijakan Makroprudensial
Sandera Orang di Bank...
Sandera Orang di Bank agar Uangnya Dikembalikan, Pria Ini Dianggap Pahlawan di Lebanon
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 menit yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
36 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
48 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Infografis
Krisis Kepercayaan pada...
Krisis Kepercayaan pada F-35 Dorong Eropa Kembangkan Jet Tempur Gen 6
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved