Pengusaha RI Berharap Presiden Baru AS Ramah Investasi Asing

Rabu, 09 November 2016 - 14:33 WIB
Pengusaha RI Berharap...
Pengusaha RI Berharap Presiden Baru AS Ramah Investasi Asing
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) berharap pemenang Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS) adalah sosok yang ramah terhadap investasi dari luar. Hal ini menanggapi hasil perhitungan sementara Pilpres AS, yang menyatakan bahwa Donald Trump menang tipis dari Hillary Clinton.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, Presiden AS yang baru nanti sudah pasti tidak akan langsung melakukan perubahan kebijakan dan butuh waktu untuk melakukannya. Namun, dirinya berharap kebijakan yang akan diambil nantinya tidak akan kontraproduktif terhadap investasi.

"‎Kebijakan pasti tidak akan langsung ada perubahan, siapapun yang terpil‎ih. Kita harapkan (kebijakan) tidak kontra produktif pada perkembangan perdagangan investasi kepada dunia luar," katanya di JCC, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Menurutnya, sebagian besar pengusaha memang lebih menginginkan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton yang akan memenangkan Pilpres ini. Mengingat, mantan Menteri Luar Negeri AS ini lebih memiliki pengalaman dan dipandang lebih ramah dari segi politik dan ekonomi.

"‎Memang sebagian besar menginginkan Hillary dipandang lebih friendly dari segi politik, ekonomi. Sudah ada pengalamannya, dalam kampanyenya lebih terbuka. Tapi kita coba lihat kalau kita melihatnya perubahan itu akan ada, tapi ke arah yang positif lah," imbuh dia.

(Baca Juga: Komentar Menperin Airlangga Soal Keunggulan Donald Trump)

Rosan menambahkan, apapun kebijakan yang akan diambil Presiden AS yang baru pasti akan memengaruhi investasi. Jika Donald Trump yang unggul, diperkirakan akan terjadi koreksi baik dari sektor saham maupun mata uang.

"‎Kemarin kan sentimennya positif karena ‎diperkirakan Hillary akan menang, tapi sekarang risknya akan pahit karena Trump lagi lead. Kalau Trump menang akan ada koreksi sedikit, dari segi saham, mata uang, walaupun kebijakannya belum ada," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Arsyad Rasyid: UMKM...
Arsyad Rasyid: UMKM Lokal Kunci Pembangunan Ekonomi Daerah
Arsjad Rasjid: Pengembangan...
Arsjad Rasjid: Pengembangan Ekonomi Butuh Kerja Sama Pengusaha di Daerah
Punya Visi Ratakan Pertumbuhan...
Punya Visi Ratakan Pertumbuhan Ekonomi, Kadin Kaltara Dukung Arsjad Rasjid Jadi Ketum
Kadin Siap Dorong Kemajuan...
Kadin Siap Dorong Kemajuan Ekonomi di Kabupaten Gowa
Anindya Bakrie Pererat...
Anindya Bakrie Pererat Kadin Pusat dan Daerah untuk Ekonomi Berkeadilan
Kamrussamad: OJK-Kadin...
Kamrussamad: OJK-Kadin Sinergi Dukung Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Berita Terkini
Transmisi Hijau Tulang...
Transmisi Hijau Tulang Punggung Penentu Masa Depan Energi Bersih
13 menit yang lalu
Rupiah Kritis, Hari...
Rupiah Kritis, Hari Ini Berakhir Ambruk ke Rp17.995 per Dolar AS
24 menit yang lalu
Kunker ke Jatim, Komut...
Kunker ke Jatim, Komut Pertamina Tekankan Pentingnya Keselamatan Kerja
39 menit yang lalu
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
56 menit yang lalu
Selat Hormuz Sempat...
Selat Hormuz Sempat Lumpuh, Raja-raja Minyak Arab Garap Proyek Pipa Raksasa
59 menit yang lalu
Dirut BPJS Kesehatan...
Dirut BPJS Kesehatan Ungkap JKN Dongkrak PDB Rp129 Triliun dan Serap 3,5 Juta Pekerja
1 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved