China Setop Ekspor Logam Tanah Jarang dan Mineral Kritis Gegara Tarif Baru Trump

Selasa, 15 April 2025 - 05:31 WIB
loading...
China Setop Ekspor Logam...
China telah menghentikan ekspor beberapa logam tanah jarang ke Amerika Serikat (AS) di tengah perang dagang yang semakin memanas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - China telah menghentikan ekspor beberapa logam tanah jarang ke Amerika Serikat (AS) di tengah perang dagang yang semakin memanas, seperti dilaporkan New York Times (NYT). Langkah ini menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang secara drastis menaikkan tarif impor dari China dan negara-negara lain sejak awal bulan ini.

Pada 4 April, Kementerian Perdagangan China dan Administrasi Umum Bea Cukai mengumumkan pembatasan baru pada ekspor enam logam tanah jarang berat dan magnet khusus yang dibuat dengannya, yang hampir secara eksklusif ditambang di negara tersebut.

Bahan-bahan tersebut sangat penting dalam pembuatan kendaraan listrik, drone, rudal, dan chip komputer, dimana sekarang memerlukan lisensi ekspor khusus. Menurut NYT, sistem lisensi belum diterapkan dan penegakan saat ini bervariasi menurut pelabuhan.

Baca Juga: Bakal Jadi Pesaing China, Negara Ini Menemukan Deposit Logam Tanah Jarang 20 Juta Ton

Beberapa kantor bea cukai telah mengizinkan ekspor dengan batas minimal tanah jarang, sementara yang lain memerlukan pengujian untuk mengkonfirmasi kepatuhan. Eksekutif industri mengatakan, kepada surat kabar itu bahwa pengiriman tetap ditangguhkan pada akhir pekan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
China Komitmen Borong...
China Komitmen Borong Produk Pertanian AS Senilai Rp301 Triliun hingga 2028
Demi Gencatan Dagang...
Demi Gencatan Dagang Berlanjut, China Beri Sinyal Terima Kenaikan Tarif AS
Bank Dunia: Ketidakpastian...
Bank Dunia: Ketidakpastian Global Lebih Mengancam Ekonomi Asia Dibanding Tarif Trump
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
China Blakblakan Targetkan...
China Blakblakan Targetkan Sekutu Utama AS di Asia, Begini Caranya
Rekomendasi
Messi Menggila! Argentina...
Messi Menggila! Argentina Gilas Aljazair 3-0 di Piala Dunia 2026
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved