Mandiri dan HSBC Menandatangani GMRA Indonesia

Jum'at, 11 November 2016 - 02:17 WIB
Mandiri dan HSBC Menandatangani...
Mandiri dan HSBC Menandatangani GMRA Indonesia
A A A
JAKARTA - Bank Mandiri dan Hongkong & Shanghai Banking Corporation (HSBC) menandatangani kerja sama transaksi Global Master Repo Agreement (GMRA) Indonesia untuk memperkuat likuiditas perseroan.

Penandatanganan kerja sama fasilitas tersebut dilakukan SVP Treasury Bank Mandiri Farida dan Head of Global Markets HSBC Indonesia Ali Setiawan, disaksikan Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Nanang Hendarsyah di Jakarta, Kamis (10/11/2016).

"Pemberian fasilitas ini merupakan implementasi dari Peraturan OJK Nomor 9/POJK.04/2015 tanggal 25 Juni 2015 dan Surat Edaran OJK Nomor 33/SEOJK.04/2015 tanggal 23 November 2015 mengenai transaksi repo," kata Farida.

Pada regulasi yang berlaku sejak 1 Januari 2016 itu, seluruh transaksi repo yang dilakukan oleh lembaga keuangan dengan menggunakan Surat Berharga yang diawasi oleh OJK, wajib menggunakan GMRA Indonesia.

Menurut Farida, transaksi repo ini dapat menjadi salah satu sumber pendanaan dan alternatif penempatan dana di pasar uang antar bank sehingga mampu mendukung upaya pendalaman sektor keuangan Indonesia.

"Dengan penandatanganan GMRA ini, kami akan memiliki alternatif penempatan dana atau sumber dana yang dapat digunakan untuk pengelolaan likuiditas," ungkap Farida.

Transaksi repo di Indonesia telah mengalami transformasi. Berawal pada 2013 dengan ditandatanganinya Mini MRA (Master Repo Agreement) oleh delapan bank pionir, salah satunya Bank Mandiri.

Dia memaparkan, selama periode pasca penandatanganan mini MRA sampai dengan akhir 2015, lanjut Farida, volume transaksi repo Bank Mandiri mencapai Rp82 triliun, baik dengan bank lokal, bank asing maupun BPD.

Saat ini, Bank Mandiri telah menandatangani GMRA Indonesia dengan 52 Bank, terdiri dari 26 BPD, 23 Bank Lokal dan tiga Bank Asing. Adapun transaksi GMRA Indonesia yang dilakukan Bank Mandiri hingga September 2016 mencapai Rp33 triliun

"Lewat kemudahan bertransaksi, kami yakin pasar uang antar bank akan lebih dalam dan tahan terhadap gejolak, sekaligus memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi bagi perbankan dalam pengelolaan likuiditas," tutup Farida.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wealth Management Dorong...
Wealth Management Dorong Kinerja Bank HSBC, Dana Kelolaan Tumbuh 11,4%
Bank HSBC Ganti Kartu...
Bank HSBC Ganti Kartu ATM Berbahan Daur Ulang
HSBC Akuisisi Silicon...
HSBC Akuisisi Silicon Valley Bank di Inggris Seharga 1 Poundsterling
Pemerintah Target Bank...
Pemerintah Target Bank Syariah Indonesia Tbk Masuk Top 10 Dunia
Dua Bank China di Indonesia:...
Dua Bank China di Indonesia: Salah Satunya Lebih Tua dari BRI
DPK Bank Mandiri Taspen...
DPK Bank Mandiri Taspen Tumbuh 8,9% hingga Februari 2024
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
50 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved