Perjanjian Dagang NAFTA Dapat Dibahas, tapi Tidak Negosiasi Ulang

Jum'at, 11 November 2016 - 13:19 WIB
Perjanjian Dagang NAFTA...
Perjanjian Dagang NAFTA Dapat Dibahas, tapi Tidak Negosiasi Ulang
A A A
MEKSIKO - Meksiko menekankan bersedia untuk membahas perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara yang dikenal dengan sebutan NAFTA (North American Free Trade Agreement) dengan Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) yang baru yakni Donald Trump. Di tengah rencana Trump yang ingin menghentikan perjanjian, Meksiki coba menerangkan pentingnya hubungan tiga negara.

Dilansir BBC, Jumat (11/11/2016) Menteri Ekonomi Meksiko Ildefonso Guajardo mengatakan, bakal mencoba untuk menjelaskan pentingnya kesepakatan antara wilayan kepada Trump yang sempat menyatakan menolak untuk melanjutkan perjanjian AFTA. Hal senada juga diungkapkan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau yang siap membuka pembicaraan.

NAFTA sendiri mulai diberlakukan pada 1994 oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piagamnya menyatakan bahwa NAFTA bertugas mengkoordinasikan kegiatan ekonomi, termasuk hubungan niaga, komunikasi, kegiatan kebudayaan, kewarganegaraan, paspor, serta visa kegiatan sosial dan kegiatan kesehatan.

Sementara Trump pernah menyebutkan kesepakatan NAFTA merupakan perjanjian dagang terburuk AS yang pernah ditandatangani. Kuatnya sentimen perlindungan yang diutarakan Trump selama masa kampanye telah membuatnya mampu memenangkan dukungan di daerah-daerah. Republik berjanji untuk mengembalikan peluang ketenagakerjaan yang tertekan globalisasi.

Meksiko dan Kanada diyakini takut kehilangan akses ke pasar AS, untuk membuat mereka semakin gencar menawarkan dialog. Setelah kemenangan tak terduga Donald Trump, peso Meksiko sempat terpukul ke level terendah untuk kemudian masih berada di bawah tekanan.

"Kami siap untuk berbicara tentang pentingnya NAFTA bagi semua wilayah. Di sini kita tidak berbicara tentang melakukan negosiasi ulang (seputar perjanjian NAFTA), kita hanya berbicara tentang dialog," tegas Guajardo.

Apa itu NAFTA?

- Ini adalah perjanjian perdagangan bebas untuk wilayah Amerika Utara yang mulai berlaku antara AS, Kanada dan Meksiko pada tahun 1994 ketika Bill Clinton saat itu menjadi Presiden AS

- Perjanjian ini menciptakan salah satu zona perdagangan bebas terbesar di dunia dengan mengurangi atau menghilangkan bea tarif untuk mayoritas produk.

- Faktanya perjanjian ini dimaksudkan untuk memberikan keuntungan kepada pengusaha kecil dengan cara menurunkan biaya serta mengurangi birokrasi untuk memfasilitasi ekspor dan impor.

- Pada akhirnya AFTA menjadi perdebatan apakah kerja sama ini menguntungkan atau malah merugikan AS yang sampai saat ini masih menjadi pembahasan.

- Sebuah lembaga penelitian dalam sebuah analis independen pada 2015 lalu menyataan NAFTA tidak menyebabkan kerugian besar dalam sektor pekerjaan seperti yang ditakutkan para kritikus. Efek keseluruhan NAFTA untuk ekonomi AS dinyatakan relatif sederhana karena hanya berpengaruh kecil terhadap PDB AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Gawat! Amerika Serikat...
Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Temui Bos Perusahaan...
Temui Bos Perusahaan Raksasa di AS, Presiden Prabowo: Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia
Survei Ungkap Kondisi...
Survei Ungkap Kondisi Keuangan Mayoritas Orang Amerika Memburuk
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Berita Terkini
Rahasia Industri Logam...
Rahasia Industri Logam Tanah Jarang China Dibongkar Ilmuwan, AS-Jepang Pegang Kunci Mineral Langka!
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
1 jam yang lalu
Kesepakatan Damai Batal!...
Kesepakatan Damai Batal! AS Gempur Balik Iran, Harga Minyak Ngamuk Lagi
2 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
3 jam yang lalu
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
13 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
13 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved