Tak Bertenaga, Rupiah Ditutup Masih Tersungkur
Jum'at, 11 November 2016 - 17:15 WIB
Tak Bertenaga, Rupiah Ditutup Masih Tersungkur
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup masih belum bertenaga alias melemah melanjutkan pembukaan tadi pagi. Pelemahan rupiah sore ini di tengah menguatnya USD terhadap yen yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.383/USD atau jauh melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.138/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.233-Rp13.873/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp13.285/USD atau semakin memburuk dari penutupan kemarin di level Rp13.166/USD dengan kisaran harian Rp13.225-Rp13.723/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.417/USD atau masih tidak bergairah dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.130/USD
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.350/USD. Posisi ini terpuruk 232 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.118/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2016), USD menguat tajam terhadap yen. Ini menunjukkan korelasi terbalik yang kuat dengan hasil AS karena Yield AS lebih tinggi mendorong investor Jepang untuk membeli lebih banyak utang AS.
USD terhadap yen naik setinggi 106,95, atau tertinggi sejak akhir Juli, dibandingkan dengan sekitar level 105,15 sebelum pemilu. Mata uang pasar terpukul oleh kekhawatiran investor bisa menarik kembali dana mereka dari hasil lebih tinggi aset emerging dan memindahkannya kembali ke AS.
Terlepas dari rupiah Indonesia, peso Meksiko telah jatuh 7,5% sejauh pekan ini, terkena imbas hasil pemilu AS. hal ini tak lepas dari memo kesepakatan perdagangan bebas.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah ditutup pada level Rp13.383/USD atau jauh melemah dibanding penutupan kemarin di level Rp13.138/USD. Sedangkan pada hari ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.233-Rp13.873/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp13.285/USD atau semakin memburuk dari penutupan kemarin di level Rp13.166/USD dengan kisaran harian Rp13.225-Rp13.723/USD.
Berdasarkan data SINDOnews dari Limas, rupiah sore ini berada di level Rp13.417/USD atau masih tidak bergairah dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.130/USD
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.350/USD. Posisi ini terpuruk 232 poin dibanding posisi kemarin di level Rp13.118/USD.
Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (11/11/2016), USD menguat tajam terhadap yen. Ini menunjukkan korelasi terbalik yang kuat dengan hasil AS karena Yield AS lebih tinggi mendorong investor Jepang untuk membeli lebih banyak utang AS.
USD terhadap yen naik setinggi 106,95, atau tertinggi sejak akhir Juli, dibandingkan dengan sekitar level 105,15 sebelum pemilu. Mata uang pasar terpukul oleh kekhawatiran investor bisa menarik kembali dana mereka dari hasil lebih tinggi aset emerging dan memindahkannya kembali ke AS.
Terlepas dari rupiah Indonesia, peso Meksiko telah jatuh 7,5% sejauh pekan ini, terkena imbas hasil pemilu AS. hal ini tak lepas dari memo kesepakatan perdagangan bebas.
(izz)