IHSG Awal Pekan Diperkirakan Ambruk ke Level 5.125
Senin, 14 November 2016 - 08:14 WIB
IHSG Awal Pekan Diperkirakan Ambruk ke Level 5.125
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di awal pekan, diperkirakan oleh Analis Reliance Securities Lanjar Nafi akan bergerak dengan rentang 5.125-5.375. Menurutnya secara teknikal pekan ini, pasar saham Tanah Air break out support trend jangka menengah yang berada pada level 5.350.
Lanjut dia pergerakan Gap down dan pelemahan yang signifikan di akhir pekan memicu aksi beli pada awal pekan, meskipun dengan momentum jangka pendek. "Indikator stochstic yang terkonsolidasi negatif hingga crosing tepat pada area dekat overbought memberikan signal bearish dengan momentum RSI yang terjun cukup dalam hingga level 37,29 oscillator," ujarnya di Jakarta, Senin (14/11/2016).
Dia menambahkan, keluarnya IHSG dari bullish trend jangka pendek dan pergerakan rata-rata 50 hari akan menjadi penguji tingkat kepercayaan investor terhadap IHSG. Di mana jika kembali tertekan IHSG akan trus menuju level support MA200 yang juga sebagai support bullish trend jangka panjang.
Sementara, IHSG sendiri pada akhir pekan lalu ditutup -2,4%. Pelemahan terbesar terjadi pada akhir pekan yang ditutup -4%. Pergerakan menguat di awal pekan terhapus dengan pesimisme investor melihat pelemahan nilai tukar rupiah diakhir pekan ini.
Menurutnya data ekonomi Indonesia yang keluar pada pekan ini tidak begitu baik dimana Laju pertumbuhan ekonomi yang masih di atas ekspektasi di level 5,02%. Sedangkan tingkat penjualan eceran dan indeks harga properti turun cukup signfikan. "Capital outflow pun bergerak dengan total sebesar Rp3,72 triliun yang merupakan capital outflow mingguan terbesar tahun ini," pungkasnya.
Lanjut dia pergerakan Gap down dan pelemahan yang signifikan di akhir pekan memicu aksi beli pada awal pekan, meskipun dengan momentum jangka pendek. "Indikator stochstic yang terkonsolidasi negatif hingga crosing tepat pada area dekat overbought memberikan signal bearish dengan momentum RSI yang terjun cukup dalam hingga level 37,29 oscillator," ujarnya di Jakarta, Senin (14/11/2016).
Dia menambahkan, keluarnya IHSG dari bullish trend jangka pendek dan pergerakan rata-rata 50 hari akan menjadi penguji tingkat kepercayaan investor terhadap IHSG. Di mana jika kembali tertekan IHSG akan trus menuju level support MA200 yang juga sebagai support bullish trend jangka panjang.
Sementara, IHSG sendiri pada akhir pekan lalu ditutup -2,4%. Pelemahan terbesar terjadi pada akhir pekan yang ditutup -4%. Pergerakan menguat di awal pekan terhapus dengan pesimisme investor melihat pelemahan nilai tukar rupiah diakhir pekan ini.
Menurutnya data ekonomi Indonesia yang keluar pada pekan ini tidak begitu baik dimana Laju pertumbuhan ekonomi yang masih di atas ekspektasi di level 5,02%. Sedangkan tingkat penjualan eceran dan indeks harga properti turun cukup signfikan. "Capital outflow pun bergerak dengan total sebesar Rp3,72 triliun yang merupakan capital outflow mingguan terbesar tahun ini," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :