IHSG Hampir Tinggalkan Level 5.000, Rupiah Siang Berangsur Pulih
Senin, 14 November 2016 - 12:57 WIB
IHSG Hampir Tinggalkan Level 5.000, Rupiah Siang Berangsur Pulih
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi siang berangsur mencoba pulih, meski masih berada di kisaran Rp13.300/USD. Sementara ketika mata uang Garuda mulai merangkak naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru makin anjlok dan hampir tinggalkan level 5.000.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg siang ini berada di level Rp13.351/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat sedikit membaik dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.383/USD. Siang ini rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.301-Rp13.585/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan hingga sesi I pada posisi Rp13.358/USD. Level tersebut menunjukkan rupiah menguat tipis dibanding posisi akhir pekan kemarin Rp13.350/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.324/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya pada posisi Rp13.285/USD. Pada sesi I ini rupiah berada di kisaran Rp13.258-Rp13.488/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin terkapar hingga 137,71 poin atau 2,63% ke level 5.094,26 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka anjlok ke level 5.178,34 dengan kejatuhan 1,03% atau setara dengan 53,63 poin. Sedangkan kemarin pasar saham Tanah Air berakhir tenggelam hingga 218,33 poin atau 4,01% ke level 5.231,97.
Siang ini keseluruhan sektor saham dalam negeri berada di zona merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 4,06% disusul sektor properti yang turun 3,61%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 6,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,09 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp2,95 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,85 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 49 saham menguat, 267 saham melemah dan 71 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) dan PT Indofarma Tbk. (INAF). Sementara, sektor-sektor yang melemah di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA), PT Astra Intenational Tbk (ASII) serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).
Posisi rupiah menurut data Bloomberg siang ini berada di level Rp13.351/USD. Pergerakan mata uang Garuda hari ini tercatat sedikit membaik dibanding penutupan akhir pekan kemarin di level Rp13.383/USD. Siang ini rupiah bergerak pada kisaran level Rp13.301-Rp13.585/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan hingga sesi I pada posisi Rp13.358/USD. Level tersebut menunjukkan rupiah menguat tipis dibanding posisi akhir pekan kemarin Rp13.350/USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah siang ini berada di level Rp13.324/USD atau tidak lebih baik dibanding sebelumnya pada posisi Rp13.285/USD. Pada sesi I ini rupiah berada di kisaran Rp13.258-Rp13.488/USD.
Di sisi lain IHSG pada perdagangan sesi I hari ini semakin terkapar hingga 137,71 poin atau 2,63% ke level 5.094,26 setelah pada perdagangan tadi pagi dibuka anjlok ke level 5.178,34 dengan kejatuhan 1,03% atau setara dengan 53,63 poin. Sedangkan kemarin pasar saham Tanah Air berakhir tenggelam hingga 218,33 poin atau 4,01% ke level 5.231,97.
Siang ini keseluruhan sektor saham dalam negeri berada di zona merah. Sektor dengan pelemahan terdalam adalah sektor infrastruktur yang turun 4,06% disusul sektor properti yang turun 3,61%.
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,37 triliun dengan 6,30 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp1,09 triliun dengan aksi jual asing mencapai Rp2,95 triliun dan aksi beli sebesar Rp1,85 triliun. Tercatat di akhir perdagangan hari ini 49 saham menguat, 267 saham melemah dan 71 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat di antaranya PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET) dan PT Indofarma Tbk. (INAF). Sementara, sektor-sektor yang melemah di antaranya PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA), PT Astra Intenational Tbk (ASII) serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR).
(akr)
Lihat Juga :