Kepemimpinan Trump Tidak Akan Gerus Ekspor Indonesia ke AS
Selasa, 15 November 2016 - 17:00 WIB
Kepemimpinan Trump Tidak Akan Gerus Ekspor Indonesia ke AS
A
A
A
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) meyakini kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) tidak akan menggerus ekspor Indonesia ke AS. Latar belakang Trump sebagai seorang pengusaha diyakini akan memengaruhi pengambilan kebijakan pada periode pemerintahannya nanti.
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengakui, Trump memang berasal dari Partai Republik yang terkenal dengan nasionalismenya. Namun, dia juga merupakan pebisnis sehingga kebijakan yang akan diambil pun akan mengutamakan kepentingan dunia usaha.
"Ya memang Donald Trump sangat nasionalis. Tapi dia juga pengusaha, jadi kepentingan bisnis akan mengutamakan bisnis antar negara," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Dalam kampanyenya, sambung Sasmito, Trump memang menyampaikan hubungan antarnegara harus saling menghargai dan adil. Namun dia berkeyakinan, saat implementasi maka kepentingan bisnis dan kepentingan bersama juga akan diperhatikan.
"Saya enggak khawatir ekspor kita ke AS. Saya kira tetap berjalan. Kecuali pada hal tertentu, dalam politik lah," imbuh dia. (Baca: Ekspor Indonesia Oktober 2016 Capai USD12,68 Miliar)
Kepala BPS Suhariyanto menambahkan, AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Sejak Januari hingga Oktober 2016, Negeri Paman Sam itu merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD12,89 miliar.
"Mudah-mudahan dengan adanya pergantian Presiden, tidak akan berpengaruh kepada ekspor kita ke AS. Karena sekarang porsinya masih besar," tandasnya.
Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo mengakui, Trump memang berasal dari Partai Republik yang terkenal dengan nasionalismenya. Namun, dia juga merupakan pebisnis sehingga kebijakan yang akan diambil pun akan mengutamakan kepentingan dunia usaha.
"Ya memang Donald Trump sangat nasionalis. Tapi dia juga pengusaha, jadi kepentingan bisnis akan mengutamakan bisnis antar negara," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (15/11/2016).
Dalam kampanyenya, sambung Sasmito, Trump memang menyampaikan hubungan antarnegara harus saling menghargai dan adil. Namun dia berkeyakinan, saat implementasi maka kepentingan bisnis dan kepentingan bersama juga akan diperhatikan.
"Saya enggak khawatir ekspor kita ke AS. Saya kira tetap berjalan. Kecuali pada hal tertentu, dalam politik lah," imbuh dia. (Baca: Ekspor Indonesia Oktober 2016 Capai USD12,68 Miliar)
Kepala BPS Suhariyanto menambahkan, AS merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia. Sejak Januari hingga Oktober 2016, Negeri Paman Sam itu merupakan negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai USD12,89 miliar.
"Mudah-mudahan dengan adanya pergantian Presiden, tidak akan berpengaruh kepada ekspor kita ke AS. Karena sekarang porsinya masih besar," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :