Rupiah Siang Merosot ke Level Rp13.400/USD, IHSG Masih Melemah
Jum'at, 18 November 2016 - 11:56 WIB
Rupiah Siang Merosot ke Level Rp13.400/USD, IHSG Masih Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada sesi I tercatat semakin ambruk ke kisaran level Rp13.400/USD, posisi ini lebih buruk dibandingkan kemarin. Kejatuhan mata uang Garuda mengiringi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) siang yang masih sulit keluar dari zona merah.
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.425/USD dengan kisaran harian Rp13.348-Rp13.425/USD. Posisi tersebut semakin melemah jika dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg siang ini juga menunjukkan penyusutan pada level Rp13.424/USD. Rupiah terlihat semakin tidak berdaya dari penutupan sebelumnya di level Rp13.373/USD.
Di sisi lain kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.408/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada pada level Rp13.385/USD.
Membaiknya rupiah mengiringi IHSG yang masih melemah di zona merah yang kehilangan 36,94 poin atau setara dengan 0,71% ke level 5.156.08. Sedangkan pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 2,61 poin atau 0,05% ke level 5.190,40 dan kemarin sempat menguat 7,55 poin sebesar 0,15% di level 5.193,015
Nilai transaksi di bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,27 triliun dengan 6,62 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp57,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp718,1 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp660,6 miliar. Tercatat 80 saham menguat, 173 melemah dan 99 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA). Sedangkan saham-saham yang melemahnya di antaranya, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) serta PT XL Axiata Tbk. (EXCL).
Berdasarkan data Yahoo Finance siang ini, rupiah berada di level Rp13.425/USD dengan kisaran harian Rp13.348-Rp13.425/USD. Posisi tersebut semakin melemah jika dibandingkan penutupan kemarin yang berada di level Rp13.330/USD.
Posisi rupiah menurut data Bloomberg siang ini juga menunjukkan penyusutan pada level Rp13.424/USD. Rupiah terlihat semakin tidak berdaya dari penutupan sebelumnya di level Rp13.373/USD.
Di sisi lain kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, menunjukkan rupiah tertahan di level Rp13.408/USD. Posisi ini tercatat tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada pada level Rp13.385/USD.
Membaiknya rupiah mengiringi IHSG yang masih melemah di zona merah yang kehilangan 36,94 poin atau setara dengan 0,71% ke level 5.156.08. Sedangkan pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air berkurang 2,61 poin atau 0,05% ke level 5.190,40 dan kemarin sempat menguat 7,55 poin sebesar 0,15% di level 5.193,015
Nilai transaksi di bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp2,27 triliun dengan 6,62 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp57,49 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp718,1 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp660,6 miliar. Tercatat 80 saham menguat, 173 melemah dan 99 stagnan.
Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF), PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA). Sedangkan saham-saham yang melemahnya di antaranya, PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) serta PT XL Axiata Tbk. (EXCL).
(akr)
Lihat Juga :