Rupiah Diramal Anjlok ke Level Rp14.000/USD Akhir 2016

Selasa, 22 November 2016 - 15:23 WIB
Rupiah Diramal Anjlok...
Rupiah Diramal Anjlok ke Level Rp14.000/USD Akhir 2016
A A A
JAKARTA - VP Corporate Development & Market Research ForexTime Ltd (FXTM) Jameel Ahmad meramal nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan melemah hingga Rp14.000/USD pada akhir 2016. Namun, tetap tidak serendah tahun lalu yang mencapai Rp14.500/USD.

Jameel menjelaskan, Indonesia tidak perlu khawatir dengan melemahnya mata uang Garuda di level Rp14.000/USD. Kecuali sudah melewati tahun lalu melebihi Rp14.500/USD.

"Sekitar Rp14.000/USD akhir tahun ini tapi titik Rp14.000/USD enggak khawatir kecuali melebihi titik tahun lalu Rp14.500/USD. Jadi, enggak perlu khawatir, enggak seburuk titik terendah tahun lalu," ujarnya di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Menurutnya, faktor kuat yang membuat rupiah akan mengalami pelemahan berasal dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed yang akan menaikkan suku bunga (Fed rate) akhir tahun ini. Saat itu, USD diyakini tambah perkasa meski sebenarnya data perekonomian Indonesia masih cenderung baik.

"Fed rate akan naik akhir tahun dan naik dua kali lagi tahun depan. Dolar menguat bukan cermin ekonomi Indonesia," kata Dia.

Selain itu, lanjut Jameel, faktor politik di dunia juga memengaruhi rupiah seperti akan ada referendum di Italia dua pekan lagi, pemilihan Perdana Menteri (PM) Prancis tahun depan, dan ada pemilihan PM Jerman. Saat ini banyak pergerakan politik di Eropa anti terhadap mereka yang selama ini berkuasa dan pergerakan ini makin berani serta mendapat dukungan.

"Ini terlihat dari apa yang terjadi di Brexit dan Trump. Ini aneh karena risiko politik biasanya enggak terjadi di negara maju dan mapan tapi sekarang justru terjadi di negara maju dan mapan. Bagi investor, ini risiko baru dan inilah salah satu sebab tingginya volatilitas di pasar," tuturnya.

Dia menuturkan, anjloknya rupiah dalam dua pekan terakhir murni karena faktor eksternal. Namun, itu bisa jadi kesempatan bagi Indonesia untuk membuat kerja sama baru dengan negara lain yang nasib mata uangnya sama.

"Sebenarnya yang terjadi di Indonesia dua minggu terkahir melemahnya pergerakan rupiah alami faktor eksternal. Ini bisa juga jadi satu kesempatan buat pakta perdagangan baru dengan Inggris dan Eropa," terang Jameel.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Pakar Ungkap Kalkulasi...
Pakar Ungkap Kalkulasi Soal Alasan Harga Pertamax Belum Turun
1 jam yang lalu
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
2 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
4 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
5 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
9 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
17 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved