Rupiah Berakhir Lemas Gagal Manfaatkan Turunnya Dolar AS

Selasa, 22 November 2016 - 17:26 WIB
Rupiah Berakhir Lemas...
Rupiah Berakhir Lemas Gagal Manfaatkan Turunnya Dolar AS
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagangan di pasar spot, Selasa (22/11/2016) kembali tidak berdaya. Rupiah di indeks Bloomberg, jatuh 37 poin atau 0,28% ke posisi Rp13.443/USD.

Pagi tadi, rupiah dibuka melemah 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.410/USD. Dan sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.380-Rp13.460/USD.

Sementara itu, data SINDOnews yang bersumber dari Limas, rupiah berakhir jatuh ke Rp13.455/USD, dimana pagi tadi rupiah dibuka di level Rp13.412/USD.

Adapun data Yahoo Finance mencatat bahwa rupiah meningkat 28 poin atau 0,20% ke level Rp13.392/USD. Selasa pagi ini, rupiah dibuka berada di Rp13.420/USD. Dan sepanjang hari ini, Yahoo Finance mencatat rupiah berada di kisaran Rp13.365-Rp13.491 per USD.

Rupiah hari ini gagal mengambil keuntungan dari terhentinya rally dolar AS. Hal ini disebabkan faktor internal, dimana isu politik Pilkada DKI yang masih memanas menyebabkan kekhawatiran di pasar. Efeknya, rupiah dan pasar saham ditinggalkan oleh pelaku pasar, dimana investor lebih memilih safe haven asset.

Faktor eskternal, kendati indeks USD melemah, namun optimisme pasar mengarah kepada rencana kenaikan suku bunga oleh The Fed yang sudah di ambang mata. Hal ini menyebabkan rupiah terus melanjutkan pelemahan.

Seperti telah disebutkan di atas, keperkasaan indeks USD terhenti terhadap sekeranjang mata uang utama. Melansir dari Reuters, Selasa (22/11/2016), dolar ditutup menurun di 100,80, turun dari posisi tertinggi 101,48 pada Jumat pekan lalu, yang merupakan posisi tertinggi setelah 13 ½ tahun.

Dan melansir CNBC, di pasar mata uang, dolar AS diperdagangkan melemah terhadap mata uang utama yaitu 100,99 pada 15:06 HK/SIN, turun dari tingkat tertinggi 101,5 pada pekan kemarin.

Melemahnya USD mendorong dolar Australia lebih tinggi, yaitu menjadi 0,7377. Sementara euro diperdagangkan di USD1,0618 per euro, naik dari tingkat bawah USD1,0600 pada hari Senin. Sementara pound sterling Inggris naik ke USD1,2489 dari level USD1,2300 pada hari Senin kemarin.

Di China, yuan diperdagangkan pada 6,8908 terhadap dolar AS. Mata uang China menguat dari tingkat 6,8990 pada sesi sebelumnya, setelah Bank Rakyat China menetapkan titik tengah yuan pada 6,8779. Bank sentral China mengingkan spot rate yuan naik atau turun maksimal 2%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
14 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
38 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
43 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
59 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved