Industri Manufaktur RI Berpeluang Ulangi Kejayaan Era 90

Kamis, 24 November 2016 - 22:05 WIB
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Berpeluang Ulangi Kejayaan Era 90
A A A
SURABAYA - Industri manufaktur diyakini berpotensi bangkit kembali, setelah sebelumnya selalu lebih rendah di bawah angka pertumbuhan ekonomi. ‎Kepala Grup Riset Ekonomi Direktorat Kebijakan Ekonomi Bank Indonesia (BI) Yoga Affandi mengatakan, hidup kembalinya sektor manufaktur akan dapat melepaskan ketergantungan RI terhadap sektor komoditas yang kini tengah melemah.

(Baca Juga: Industri Manufaktur Bisa Loloskan RI dari Middle Income Trap)

Dia menegaskan pemerintah berpeluang membuat industri manufaktur kembali berjaya seperti era 1990-an. Apalagi kata dia, bonus demografi bagi Indonesia diprediksi akan mulai meredup pada sekitar tahun 2030 mendatang. Dengan demikian, industri manufaktur diyakini dapat mengeluarkan Indonesia dari posisi middle income trap.

"Bonus demografi kita perkirakan akan mulai habis sekitar tahun 2030. Kita masih ada waktu 15 tahun untuk melakukan ini, saya pikir masih cukup," terang Yoga di Surabaya, Kamis (24/11/2016).

Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia merupakan negara yang sumber pertumbuhan ekonominya berasal dari industri manufaktur, bukan pertambangan. Seharusnya ketika komoditas tambang sedang berjaya dulu, industri manufaktur tidak dilupakan.

Menurutnya, untuk membawa Indonesia keluar dari middle income trap, tidak ada hal lain yang bisa dilakukan kecuali meningkatkan pertumbuhan industri manufaktur. Peningkatan tersebut terang dia dapat memiliki efek berantai mulai dari menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat hingga perekonomian.

"Industri manufaktur itu akan banyak menyerap tenaga kerja, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih berkualitas," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Kemenperin dan Bosch...
Kemenperin dan Bosch Tandai Pembangunan Fasilitas Manufaktur Baru di Bekasi
Kinerja Industri Manufaktur...
Kinerja Industri Manufaktur di Tahun 2024
PMI Manufaktur Ekspansif...
PMI Manufaktur Ekspansif Jadi Momentum Keluarkan Kebijakan Pro Industri
PPKM Lebih Longgar,...
PPKM Lebih Longgar, PMI Manufaktur September Naik ke Posisi 52,2
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur China Terkontraksi 5 Bulan Beruntun
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
1 jam yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
3 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
4 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
8 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
16 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
17 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved