Premi Asuransi di Indonesia Meningkat 19,5%

Sabtu, 26 November 2016 - 06:02 WIB
Premi Asuransi di Indonesia...
Premi Asuransi di Indonesia Meningkat 19,5%
A A A
YOGYAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total pendapatan premi asuransi di Indonesia pada 2016 meningkat sekitar 19,5% atau mencapai Rp247,29 triliun, dibanding tahun lalu. Sehingga rasio penetrasi industri asuransi di Indonesia yang didapatkan dari rasio antara premi bruto dan gross premium bruto (GDP) naik dari 2,34% menjadi 2,56%.

Industri asuransi di Indonesia saat ini masih didominasi industri asuransi umum sebanyak 80 perusahaan, lalu diiikuti industri asuransi jiwa sebanyak 55 perusahaan. Sementara industri reasuransi di Indonesia masih sedikit hanya 6 perusahaan, industri asuransi wajib 3 perusahaan dan industri asuransi sosial sebanyak 2 perusahaan.

“Dalam 5 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan premi bruto sekitar 18,6%. Apabila premi bruto tersebut dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia di tahun 2015 yang mencapai 255 juta orang, hal ini menghasilkan densitas asuransi sebesar Rp1,159 juta,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad, Jumat (25/11/2016).

Dia menyatakan, kecilnya premi yang didapat saat ini lebih karena penetrasi produk-produk asuransi di Tanah Air yang masih minim. Penetrasi yang minim ini juga tidak lepas dari kurangnya sosialisasi yang ada di masyarakat. Tak hanya itu, industri asuransi belum begitu banyak menciptakan produk yang bisa diterima masyarakat banyak.

Kepala Eksekutif OJK, Firdaus Djaelani menambahkan, industri asuransi di Indonesia yang cenderung melambat juga hampir sama dengan kondisi asuransi secara global. Dibanding 2014, pada 2015 industri asuransi jiwa secara global mengalami pertumbuhan sebesar 3,32%. Pertumbuhan tersebut melambat dibanding 2014 yang mencapai 4,7%. “Industri asuransi umum menurun pertumbuhannya dari 2,8% di tahun 2014 menjadi 2,5% di tahun 2015,” tandasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Duh, OJK Sebut Tingkat...
Duh, OJK Sebut Tingkat Inklusi Literasi Sektor Asuransi di Indonesia Memprihatinkan
Asosiasi Pengendara...
Asosiasi Pengendara Ojol Tolak Wacana Asuransi Wajib untuk Kendaraan
OJK Minta Industri Asuransi...
OJK Minta Industri Asuransi Berhati-hati, Ada Apa Ya?
OJK Kasih Izin Asuransi...
OJK Kasih Izin Asuransi Dijual Online, 6 Perusahaan Kantongi Restu
Langgar Ketentuan, Asuransi...
Langgar Ketentuan, Asuransi WanaArtha Kena Sanksi OJK
OJK Beberkan 3 Tantangan...
OJK Beberkan 3 Tantangan Utama Industri Asuransi Tahun Depan
Berita Terkini
Contek Dubai, Airlangga...
Contek Dubai, Airlangga Sebut Pusat Financial Berada di Zona Ekonomi Khusus
20 menit yang lalu
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
1 jam yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
1 jam yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved