Dapat Lisensi FLEGT, Produk Kayu Indonesia Makin Diminati Uni Eropa

Rabu, 30 November 2016 - 05:31 WIB
Dapat Lisensi FLEGT,...
Dapat Lisensi FLEGT, Produk Kayu Indonesia Makin Diminati Uni Eropa
A A A
JAKARTA - Produk kayu dan deforestasi alias degradasi hutan bak dua sisi mata uang. Beberapa negara Uni Eropa kerap menerapkan larangan bagi produk kayu yang menyebabkan degradasi hutan.

Untuk menjamin agar produk kayu dan turunannya yang dieskpor ke negara-negara Uni Eropa bersumber dari yang legal, dihasilkan secara berkelanjutan dan sesuai prinsip melindungi lingkungan hidup, maka Uni Eropa membentuk lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA).

Seiring dengan itu, Indonesia yang merupakan salah satu produsen ekspor kayu ke Eropa, memperoleh lisensi FLEGT-VPA di Brussels, Belgia pada Senin, 28 November 2016.

“Dengan diterimanya lisensi FLEGT-VPA, kita harus memanfaatkan keunggulan komparatif bagi produk kayu asal Indonesia untuk meraih pasar yang lebih besar di Uni Eropa,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan yang diterima SINDOnews, Selasa (29/11/2016).

Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menghadiri peresmian lisensi FLEGT-VPA bersama Federica Mogherini, high representative Uni Eropa untuk Luar Negeri dan Keamanan dan Karmenu Vella, komisioner UE untuk urusan lingkungan hidup, kelautan dan perikanan di Brussels.

Perjanjian FLEGT-VPA bertujuan membantu negara mitra Uni Eropa dalam memberantas illegal logging melalui perbaikan tata kelola dan regulasi hutan. Dengan adanya lisensi FLEGT-VPA ini, produk kayu asal Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa akan dapat masuk ke pasar Eropa melalui jalur hijau.

Peresmian lisensi FLEGT-VPA merupakan momentum penting bagi hubungan Indonesia-Uni Eropa, sekaligus merefleksikan komitmen kuat Indonesia bagi sustainable timber products.

Sebagai negara pertama yang mendapat lisensi FLEGT-VPA, produk kayu Indonesia kini memiliki keunggulan komparatif di pasar UE. “Daya saing dan akses pasar lebih luas yang dimiliki produk kayu Indonesia saat ini harus segera dimanfaatkan sebelum disusul oleh produk kayu dari negara lain,” sebut Retno.

Menlu Retno juga menyerahkan contoh produk kayu Indonesia yang diproduksi sesuai dengan lisensi FLEGT-VPA kepada High Representative UE Federica Mogherini dan Komisioner Karmenu Vella. Mogherini mengapresiasi upaya Indonesia dalam menerapkan standar yang tinggi dalam perlindungan pembangunan yang berkelanjutan. Komisioner Vella menambahkan bahwa lisensi ini dapat meningkatkan competitive edge serta akses pasar ke Eropa.

Indonesia merupakan salah satu pengekspor produk kayu terbesar ke UE dengan nilai total sekitar 485 juta euro pada tahun 2015. Sesuai dengan data dari European Timber Trade Federation, terdapat 23 juta hektare hutan yang telah mendapat sertifikasi SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu), 2.700 pabrik kayu menerima sertifikat SVLK, dan 1.800 eksporter kayu yang menerima sertifikat SVLK di Indonesia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia-Uni Eropa...
Indonesia-Uni Eropa Kerja Sama Berantas Pembalakan Liar
Horor! Industri Mobil...
Horor! Industri Mobil Uni Eropa Diramal Bakal Runtuh
Negara Uni Eropa Ini...
Negara Uni Eropa Ini Kehabisan Kayu Bakar di Tengah Musim Dingin Brutal
Kekuatan Industri Eropa...
Kekuatan Industri Eropa Digerogoti Krisis Energi, Ancaman Eksodus Menghantui
UE Terapkan Kebijakan...
UE Terapkan Kebijakan Rantai Pasok Bebas Deforestasi, Bagaimana Peluang Ekspor Produk Kayu RI?
3 Dampak Sanksi Rusia...
3 Dampak Sanksi Rusia yang Merugikan Negara-negara Eropa, Bikin Industri Jatuh
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
9 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
10 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
12 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
14 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
15 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
16 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved