OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 1,2 Juta Barel

Kamis, 01 Desember 2016 - 07:46 WIB
OPEC Sepakat Pangkas...
OPEC Sepakat Pangkas Produksi Minyak 1,2 Juta Barel
A A A
WINA - Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC)‎ akhirnya setuju untuk memangkas produksi minyak sekitar 1,2 juta barel per hari. OPEC sepakat memangkas produksi minyak untuk pertama kali dalam delapan tahun.

Keputusan ini menunjukkan bahwa ketidaksepahaman antara tiga grup produsen terbesar minyak dunia, yakni Arab Saudi, Iran dan Irak telah selesai‎. Ini juga di luar dugaan bagi OPEC. Bahkan, yang paling menonjol adalah Rusia juga sepakat memangkas produksi minyaknya.

Dampak dari keputusan OPEC tersebut langsung membuat harga minyak dunia kembali melonjak. ‎Harga minyak WTI naik 10% dan harga saham perusahaan energi di seluruh dunia melompat, bersama mata uang negara eksportir minyak terbesar.

Namun, apakah keputusan tersebut akan berkelanjutan? Hal tersebut akan tergantung pada bagaimana OPEC mematuhi perjanjian tersebut. "Ini akan menjadi alarm bagi siapa saja yang skeptis terhadap OPEC. Grup ingin menurunkan pasokan," kata Analis Energy Aspects Ltd seperti dikutip dari Bloomberg di Jakarta, Kamis (1/12/2019).

Disebutkan, OPEC akan memangkas produksi minyaknya sebesar 1,2 juta barel per hari pada Januari 2016. OPEC menyatakan bahwa ini untuk memenuhi rencana pemangkasan dalam pertemuan OPEC di Aljazair pada September lalu.

‎Dalam pertemuan tersebut, OPEC sepakat memangkas produksinya sebesar 32,5 juta barel per hari. Namun, perjanjian tersebut dikecualikan untuk Nigeria dan Libya, sementara Irak diberikan kuota untuk pertama kalinya sejak 1990.

Setelah negosiasi berminggu-minggu penuh ketegangan, akhirnya Iran juga menunjukkan dominasinya sebagai produsen minyak terbesar di OPEC. Diperkirakan, akan ada kenaikan produksi dari negara tersebut ‎mencapai 3,8 juta barel per hari setelah mereka lepas dari sanksi.

Sebelumnya, Saudi Arabia mengusulkan batas produksi saingannya di regional tersebut sebesar 3,7 juta barel per hari. "Kesepakatan ini 'sangat menarik'. Tujuan utama adalah normalisasi persediaan," kata Global Head of Commodities Research Glodman Sachs Group Inc.

Arab Saudi, yang produksi minyaknya mencapai rekor tertinggi tahun ini akan mengurangi produksi minyaknya sebesar 486.000 barel per hari‎ menjadi 10,058 juta barel per hari. Sedangkan Irak sebagai produsen minyak kedua terbesar di OPEC, setuju memangkas 210 barel per hari produksi minyaknya mulai Oktober.

Selanjutnya, Uni Emirat Arab dan Kuwait setuju memangkas produksinya masing-masing, 139 ribu dan 131 ribu barel per hari. Sementara Rusia akan mengurangi produksi minyaknya sebesar 300 ribu barel per hari.

"Masih akan melihat rekor produksi yang sedang berlangsung. Namun, pelaku pasar mungkin mengabaikannya. Ini tampak seolah Rusia juga pangkas produksi, dan bila diterapkan juga positif," ungkap Analis UBS Group AG, Giovanni Staunovo.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Minyak Hari Ini...
Harga Minyak Hari Ini Naik Tipis, Janji OPEC+ Jadi Katalis
Harga Minyak Menghangat,...
Harga Minyak Menghangat, Merespons Proyeksi Permintaan OPEC
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melompat ke Level Tertinggi
Usai Melonjak, Harga...
Usai Melonjak, Harga Minyak Hari Ini Ambles di Bawah USD100 per Barel
Harga Minyak Perpanjang...
Harga Minyak Perpanjang Kenaikan Empat Hari Beruntun
Harga Minyak Turun Karena...
Harga Minyak Turun Karena Stok Minyak AS Meningkat
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
1 jam yang lalu
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
2 jam yang lalu
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
3 jam yang lalu
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
9 jam yang lalu
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
9 jam yang lalu
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved