OPEC Pangkas Produksi, Industri Migas Tak Lagi Mati Suri

Kamis, 01 Desember 2016 - 20:19 WIB
OPEC Pangkas Produksi,...
OPEC Pangkas Produksi, Industri Migas Tak Lagi Mati Suri
A A A
JAKARTA - Pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengungkapkan, keputusan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (Organization of Petroleum Exporting Countries/OPEC) untuk memangkas produksinya akan kembali menggairahkan industri migas. Sebab, selama hampir tiga tahun industri migas telah mati suri.

(Baca Juga: Diminta Pangkas Produksi 5% Jadi Alasan RI Keluar dari OPEC)

Wakil Ketua Umum Kadin bidang Energi dan Migas Bobby Gafur Umar mengungkapkan, keputusan tersebut diharapkan akan kembali mengerek harga minyak dunia yang terpuruk dalam beberapa waktu belakangan. Dengan naiknya harga minyak, perusahaan migas diyakini akan kembali berselera untuk melakukan eksplorasi.

"Ini yang sudah tidur mati suri hampir 3 tahun, diharapkan dengan naikknya harga minyak, harga minyak yang lebih ekonomis, mereka mulai melakukan eksplorasi lagi. Itu justru lebih penting," katanya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

(Baca Juga: Demi APBN, Jokowi Tak Masalah Indonesia Keluar dari OPEC)

Menurutnya, harga minyak dunia yang terpuruk beberapa waktu belakangan telah menurunkan minat industri migas untuk melakukan eksplorasi. Hampir seluruh engineering, procurement, and construction (EPC) khususnya asing menyetop kegiatan eksplorasi baru. Meskipun naiknya harga minyak akan membuat ongkos mereka menjadi lebih mahal, namun di sisi lain hal tersebut juga menjadi berkah.

"Ini blessing juga buat mereka, jadi jangan dilihat dari satu sisi. Indonesia sendiri banyak sumber minyak di laut dalam, tidak ekonomis dengan harga minyak sekarang kalau dilakukan pengeboran, tapi kalau harga naik akan lebih ekonomis," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Deretan Gergasi Migas...
Deretan Gergasi Migas Asing yang Tak Betah di Indonesia
Wakil Ketua Kadin Anggap...
Wakil Ketua Kadin Anggap Pemulihan Industri Automotif Dampak Penghilangan PPNBM
Status SKK Migas Jadi...
Status SKK Migas Jadi BUMN Khusus Menguat
Intip Strategi Mengejar...
Intip Strategi Mengejar Target Investasi Migas di Tengah Pandemi
Tantangan Besar Industri...
Tantangan Besar Industri Migas
28 Kesepakatan Migas...
28 Kesepakatan Migas Berpotensi Datangkan Penerimaan Rp35 Triliun
Berita Terkini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
10 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
39 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
58 menit yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved