Pengusaha Keluhkan Penyusutan Lama Waktu Menginap di Hotel

Sabtu, 03 Desember 2016 - 03:01 WIB
Pengusaha Keluhkan Penyusutan...
Pengusaha Keluhkan Penyusutan Lama Waktu Menginap di Hotel
A A A
JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta mengeluhkan lama waktu menginap wisatawan di hotel yang masih rendah untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Yogyakarta yang masih dianggap destinasi kelas dua setelah Bali dan belum menjadi tujuan untuk menginap.

Ketua PHRI Yogya Istijab Danunagoro menerangkan rata-rata memang masih di bawah dua malam, masih kalah jauh dengan hotel-hotel yang ada di Bali. "Kalau wisatawan memang masih sangat rendah. Angka lama tinggal itupun tertolong oleh tamu MICE," tuturnya.

Lebih lanjut dia menerangkan hal lain yang harus mendapatkan perhatian adalah penurunan peringkat pariwisata DIY. Dia berharap seluruh stakeholder pariwisata Yogya dapat menghadirkan event yang kreatif untuk membuat wisatawan lebih lama untuk tinggal. "Kirab budaya arak gunungan, terus wayang orang. Di tempat lain juga sama. Harus ada kemasan baru,"paparnya.

Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto mengungkapkan, rata-rata lama menginap tamu hotel memang masih kecil. Di hotel berbintang di D.I. Yogyakarta pada bulan Oktober 2016 menunjuk besaran angka 1,66 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,03 malam bila dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan sebelumnya.

Rata-rata tamu menginap terlama 1,94 malam terjadi pada hotel bintang empat sedangkan tersingkat 1,48 malam pada hotel dua dan bintang tiga. Pada hotel non bintang/akomodasi lain rata-rata lama menginap 1,14 malam, mengalami kenaikan sebesar 0,02 malam

"Jika dibandingkan bulan sebelumnya. Rata-rata menginap terlama selama 1,55 malam pada kelompok kamar 25-40, sedangkan tersingkat 1,00 malam pada kelompok kamar di bawah 10 dan dan di atas 40 kamar, "tuturnya.

Dia mencatat, jumlah tamu yang menginap di hotel selama bulan Oktober 2016 tercatat sebanyak 416.097 orang, terdiri dari 397.082 orang tamu nusantara dan 19.015 orang tamu mancanegara. Dari jumlah tersebut yang menginap di hotel bintang sebanyak 189.750 orang dan 226.347 orang menginap pada hotel non bintang/akomodasi lain.

Rata-rata tamu per kamar di hotel Bintang pada bulan Oktober 2016 sebesar 1,78 orang, mengalami penurunan jika dibandingkan bulan lalu yaitu sebesar 0,02 poin. Rata-rata tamu per kamar tertinggi terjadi di hotel bintang dua sebesar 2,05 orang.

Pada hotel non bintang/akomodasi lainnya rata-rata tamu per kamar sebesar 1,95 orang mengalami kenaikan 0,08 poin dibandingkan bulan lalu. "Rata-rata tamu per kamar tertinggi terjadi pada kelompok kamar di bawah 10 sebesar 2,12 orang dan terendah pada kelompok kamar 25-40 sebesar 1,81 orang,"terangnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PHI Group dengan Perhutani...
PHI Group dengan Perhutani Alam Wisata Teken Kerjasama Pengembangan Wisata
Nemuru Hotel Ciputat,...
Nemuru Hotel Ciputat, Destinasi Penginapan Baru di Selatan Jakarta dengan Nuansa Jepang yang Kental
Injak Usia ke-7, Alma...
Injak Usia ke-7, Alma Corp dan The Silk Dago Bandung Jalin Kerja Sama
New Years Eve, Aerotel...
New Years Eve, Aerotel Smile Hotel Usung Street Food Festival
Artotel Group dan Winner...
Artotel Group dan Winner Group Kerja Sama Garap Tiga Proyek Hotel Baru di Batam
Bisnis Perhotelan dan...
Bisnis Perhotelan dan Restoran Berisiko Tingkatkan Kredit Macet
Berita Terkini
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
5 menit yang lalu
IHSG Kembali ke Level...
IHSG Kembali ke Level 6 Ribuan usai Melesat 4,24%, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp10.749 Triliun
50 menit yang lalu
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
9 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
10 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
10 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved