Rupiah Awal Pekan Dibuka Menyusut Iringi Pelemahan Euro

Senin, 05 Desember 2016 - 10:49 WIB
Rupiah Awal Pekan Dibuka...
Rupiah Awal Pekan Dibuka Menyusut Iringi Pelemahan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan awal pekan hari ini dibuka menyusut, masih di kisaran level Rp13.520/USD. Pelemahan mata uang Garuda seiring dengan kejatuhan euro ke posisi terendah dalam 20 bulan setelah Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi mundur dari jabatannya, usai kalah dalam referendum.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.516/USD . Posisi ini sedikit lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp13.524/USD.

Sementara data Bloomberg pagi ini rupiah dibuka melemah cukup dalam di level Rp13.547/USD dibanding akhir pekan kemarin pada posisi Rp13.512/USD. Rupiah sendiri bergerak dengan kisaran Rp13.500-Rp13.577/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas pagi ini, rupiah berada di level Rp13.565/USD. Posisi ini memburuk dibanding sebelumnya yang berakhir di level Rp13.524/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada perdagangan hari ini dibuka berada di level Rp13.520/USD atau menyusut dibandingkan sebelumnya pada level Rp13.515/USD. Pada pukul 10.20 WIB, rupiah sempat menguat Rp13.498/USD dengan kisaran Rp13.478-Rp13.520/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Senin (5/12/2016) euro berada di bawah tekanan hingga berada pada posisi terendah dalam 20 bulan terimbas pengunduran diri PM Italia setelah referendum. Kekalahan Renzi memberikan pukulan telak kepada Uni Eropa, setelah sebelumnya Inggris memilih keluar dari keanggotaan.

Euro tercatat merosot sebesar 2,1% menjadi 118.71 terhadap yen, setelah sebelumnya sempat sedikit membaik dengan penyusutan 0,9%. Sedangkan ketika melawan USD, kejatuhan euro mencapai 1,4% ke level 1.0505 atau ke posisi terendah dalam satus setengah tahun.

Sementara USD yang mendapatkan dukungan dari peluang kenaikan suku bunga acuan pada bulan ini, mendapatkan tambahan 0,2% menjadi 113.78 saat melawan yen. Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang global lainnya, melompat sebesar 0,6% ke level 101.44. Hasil negatif juga dicetak dolar Selandia Baru yang tergelincir 0,8% menjadi 0.7074 terhadap USD, ketika Perdana Menteri mereka yakni John Key secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
8 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
9 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
9 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
9 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
10 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
10 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved