Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp13.420/USD Saat Euro Terkoreksi
Senin, 05 Desember 2016 - 17:07 WIB
Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp13.420/USD Saat Euro Terkoreksi
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini ditutup semakin menguat untuk mengakhiri awal pekan lewat raihan positif. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat euro terkoreksi dari posisi terendah dalam 21 bulan.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.440/USD atau menguat sebesar 72 poin dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.512/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.415-Rp13.577/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah awal pekan ditutup ke level Rp13.492/USD. Posisi ini memperlihatkan keperkasaan rupiah dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.524/USD.
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah hari ini berakhir meloncar ke posisi Rp13.425/USD dari peringkat sebelumnya di level Rp13.515/USD. Mata uang Garuda bergerak dengan kisaran harian Rp13.400-Rp13.520/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.516/USD. Posisi ini sedikit lebih baik dibandingkan level sebelumnya Rp13.516/USD.
Di sisi lain euro seperti dilansir Reuters, Senin (5/12/2016) terkoreksi dari posisi terendah dalam 21 bulan, untuk bangkit kembali setelah sebelumnya terimbas keputusan Perdana Menteri Italia (PM) Matteo Renzi untuk mengundurkan diri. Euro sempat menyusut mencapai 1,4 persen di perdagangan Asia menjadi 1.0505 terhadap USD, atau jadi yang terlemah sejak Maret 2015.
Kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketidakpastian politik di zona euro, terimbas ke pasar mata uang. Namun euri bangkit dari kerugian, setelah memangkas penurunan menjadi 0,1% menjadi 1,0650 melawan USD
Sementara pergerakan USD seperti dilansir CNBC hari ini mata uang umum terhadap USD berada pada level 1.0563 dab menyentuh level terendah dalam dua tahun di posisi 1,0505. Terhadap yen, posisi euro 119,88 atau masih menyusut dibandingkan sebelumnya. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan 0,55% lebih tinggi pada level 101,32.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.440/USD atau menguat sebesar 72 poin dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.512/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.415-Rp13.577/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah awal pekan ditutup ke level Rp13.492/USD. Posisi ini memperlihatkan keperkasaan rupiah dari penutupan akhir pekan kemarin yang berada di level Rp13.524/USD.
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah hari ini berakhir meloncar ke posisi Rp13.425/USD dari peringkat sebelumnya di level Rp13.515/USD. Mata uang Garuda bergerak dengan kisaran harian Rp13.400-Rp13.520/USD.
Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.516/USD. Posisi ini sedikit lebih baik dibandingkan level sebelumnya Rp13.516/USD.
Di sisi lain euro seperti dilansir Reuters, Senin (5/12/2016) terkoreksi dari posisi terendah dalam 21 bulan, untuk bangkit kembali setelah sebelumnya terimbas keputusan Perdana Menteri Italia (PM) Matteo Renzi untuk mengundurkan diri. Euro sempat menyusut mencapai 1,4 persen di perdagangan Asia menjadi 1.0505 terhadap USD, atau jadi yang terlemah sejak Maret 2015.
Kekhawatiran investor tentang meningkatnya ketidakpastian politik di zona euro, terimbas ke pasar mata uang. Namun euri bangkit dari kerugian, setelah memangkas penurunan menjadi 0,1% menjadi 1,0650 melawan USD
Sementara pergerakan USD seperti dilansir CNBC hari ini mata uang umum terhadap USD berada pada level 1.0563 dab menyentuh level terendah dalam dua tahun di posisi 1,0505. Terhadap yen, posisi euro 119,88 atau masih menyusut dibandingkan sebelumnya. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, diperdagangkan 0,55% lebih tinggi pada level 101,32.
(akr)