Mendag Menakar Efek Referendum Italia ke Perdagangan RI

Selasa, 06 Desember 2016 - 13:55 WIB
Mendag Menakar Efek...
Mendag Menakar Efek Referendum Italia ke Perdagangan RI
A A A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah masih terus mencermati perkembangan dari hasil referendum Italia terhadap perdagangan Indonesia. Referendum tersebut diyakini akan mempengaruhi pergerakan ekonomi global khususnya zona euro, serta dikhawatirkan berdampak luas hingga ekonomi RI

Lebih lanjut dia mengaku telah mendapatkan peringatan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai ketidakpastian kondisi global. "Dari awal sudah melihat negara-negara proteksionis. Ini sesuatu yang wajar. Dan saya sudah diberikan warning, agar hati-hati dengan kondisi itu," katanya di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (6/12/2016).

(Baca Juga: Referendum Italia Tidak Pengaruhi Ekonomi Global)

Saat ini, mantan Ketua Realestat Indonesia (REI) ini belum bisa memperkirakan sejauh mana dampak referendum Italia akan memengaruhi Indonesia. Terlebih, tidak hanya Italia yang menjadi perhatian Indonesia. Peristiwa hengkangnya Inggris dari Uni Eropa (UE) alias Brexit juga menjadi salah satu hal yang masih dicermati sampai saat ini.

Dia menambahkan beberapa waktu lalu pun telah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Inggris untuk membicarakan mengenai hal tersebut. "Kami bicara mengenai CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement), kemudian sesudah itu perjanjian bilateral," paparnya.

Seperti diketahui sebelumnya Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi mengumumkan pengunduran diri setelah mengalami kekalahan telak dalam referendum tentang rencananya untuk melakukan reformai tentang konstitusi. Renzi sebagai kubu yang ingin adanya reformasi harus menelan kekalahan seperti disampaikan Exit poll dari jaringan televisi RAI mengisyaratkan hanya 42-46% suara mendukung reformasi, sementara 54-58% suara memilih Tidak.

Gagasan reformasi yang diajukan Renzi, disebutkan memiliki tujuan memangkas birokrasi Italia dan membuat negeri itu lebih kompetitif. Namun referendum justru memenangkan kubu yang tidak ingin adanya perubahan. Efeknya beberapa saat setelah referendum, mata uang Euro langsung jatuh terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sertifikasi Bikin Seret...
Sertifikasi Bikin Seret Ekspor, Kemendag Lakukan Lobi-lobi
21 Perjanjian Dagang...
21 Perjanjian Dagang Baru Dijajaki, Benua Afrika Salah Satu Targetnya
Kemendag Sayangkan Ekspor...
Kemendag Sayangkan Ekspor Indonesia ke Finlandia yang Cenderung Menurun
Dorong Ekspor Nasional,...
Dorong Ekspor Nasional, LPEI Jalin Kerja Sama dengan Kementerian Perdagangan
Pacu Perdagangan, Pengusaha...
Pacu Perdagangan, Pengusaha Indonesia-Arab Teken Kerja Sama
Bank Jatim dan Kemendag...
Bank Jatim dan Kemendag Kerja Sama Peningkatan Ekspor
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
34 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
49 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved