Ekspor DIY Masih Bergantung ke AS

Selasa, 06 Desember 2016 - 23:21 WIB
Ekspor DIY Masih Bergantung...
Ekspor DIY Masih Bergantung ke AS
A A A
YOGYAKARTA - Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara tujuan ekspor utama dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Ekspor DIY ke AS hingga akhir Oktober 2016 masih mendominasi dibanding ke negara lain atau lebih tinggi daripada ke Jerman dan Jepang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto mengatakan, AS menjadi tujuan utama ekspor produk-produk DIY. Permintaan dari AS masih mencapai 38,08% dari total keseluruhan ekspor dari DIY.

"Berdasarkan data BPS Yogyakarta, tiga besar negara tujuan utama ekspor barang DIY hingga Oktober 2016 adalah AS dengan total nilai ekspor mencapai US11.454.549 atau 38,08%," kata dia di Yogyakarta, Selasa (6/12/2016).

Setelah AS, Jerman menjadi negara kedua tujuan ekspor dari DIY selama Oktober dengan total nilai USD2.590.467 atau 8,61% dari keseluruhan ekspor DIY. Sementara, Jepang menduduki peringkat ketiga dengan total nilai USD2.258.421 atau 7,51% dari keseluruhan ekspor daerah ini.

Secara keseluruhan nilai ekspor barang asal DIY melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada Oktober 2016 sebesar USD30.078.735. Jumlah ini naik 26,11% dibanding bulan sebelumnya dengan nilai USD23.850.424, meski dibanding setahun lalu, nilainya turun 3,79%.

"Sementara nilai ekspor terendah dari 10 negara tujuan adalah ke Kanada yakni senilai USD633.449 atau 2,11%," ujarnya.

Dia mengatakan, kenaikan nilai ekspor selama Oktober dibanding bulan sebelumnya disebabkan kenaikan dan penurunan nilai ekspor dari sepuluh negara tujuan utama. Tujuh negara mengalami kenaikan nilai ekspor. Tujuh negara ini adalah AS, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Singapura, Prancis, dan Kanada.

Bambang menyebutkan, kenaikan terbesar ke Negara Tiongkok sebesar 201,62%. Sedangkan tiga negara mengalami penurunan nilai ekspor yaitu Prancis, Inggris dan Australia dengan penurunan terbesar ke Australia sebesar 37,02% dan secara kumulatif (Januari-Oktober), nilai ekspor mengalami penurunan 3,79%.

"Empat negara mengalami penurunan ekspor yaitu Jepang, Singapura, Australia dan Kanada. Penurunan terbesar ke Australia 19,40%. Sedangkan enam negara mengalami kenaikan ekspor yaitu, AS, Inggris, Prancis, Tiongkok, Jerman dan Korea Selatan dengan kenaikan terbesar ke Prancis 34,25%," terangnya.

Komoditas utama ekspor dari DIY pada Oktober 2016 adalah pakaian jadi bukan rajutan yang mencapai 33,68%. Komoditas lainnya, barang-barang dari kulit 9,76%, dan barang-barang rajutan sebesar 8,88%. Dari sepuluh komoditas utama, komoditas dengan nilai ekspor terendah, yaitu jerami/bahan anyaman (HS 46) sebesar 2,44%.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta Arief Budi Santosa mengungkapkan, ekspor dari DIY memang terbesar masih ke AS disusul ke Eropa dan Asia.

Pihaknya mencatat, selama ini komposisi ekspor ke AS rata-rata 38% dari nilai ekspor keseluruhan, baru ke Eropa sekitar 27% dan Asia di belakangnya. "Tekstil, mebel dan kerajinan dari kulit memang masih menjadi andalan," tandasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Mendag Sebut Top 10...
Mendag Sebut Top 10 Destinasi Ekspor Utama RI Tumbuh 71,65%
Ekspor Nonmigas Maret...
Ekspor Nonmigas Maret Cetak Rekor, Mendag: Bukti Perbaikan Ekonomi
6 Barang Paling Banyak...
6 Barang Paling Banyak Diimpor Indonesia dari Israel di 2024
China Percantik Data...
China Percantik Data Ekspor, Kredibilitas Dipertanyakan
Membaiknya Ekspor-Impor...
Membaiknya Ekspor-Impor Tandai Pulihnya Ekonomi Domestik
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
8 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
9 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
9 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
10 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
10 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
10 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved