Rupiah Berakhir Tak Terbendung Saat USD Kembali Berjaya
Rabu, 07 Desember 2016 - 16:55 WIB
Rupiah Berakhir Tak Terbendung Saat USD Kembali Berjaya
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada tengah pekan hari ini ditutup semakin tidak terbendung untuk terus menjaga tren penguatan hingga akhir perdagangan. Penguatan mata uang Garuda terjadi saat USD kembali naik menuju posisi tertinggi dalam 10 bulan saat melawan yen.
Posisi rupiah pada data Yahoo Finance menunjukkan semakin perkasa hingga menyentuh level Rp13.298/USD di perdagangan sore, atau lebih baik dari sebelumnya di posisi Rp13.375/USD. Pada tengah pekan ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.290-Rp13.375/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah hari ini berakhir lebih tinggi ke level Rp13.362/USD. Posisi ini memperlihatkan perbaikan rupiah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.387/USD.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.333/USD atau menguat sebesar 37 poin dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.370/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.312-Rp13.363/USD .
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.336/USD. Posisi ini membaik dibandingkan level sebelumnya Rp13.405/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/12/2016) USD kembali naik menuju posisi terbaik dalam 10 bulan saat melawan yen, sedangkan sebagian besar mata uang utama lainnya tengah di bawah tekanan menanti pertemuan Bank Sentral Eropa. Menurut analis jika kebijakan yang diputuskan Bank Sentral Eropa nanti disambut baik pasar, maka euro akan cenderung rebound mencapai 4% terhadap USD.
Tercatat USD naik sebesar 0,2% menjadi 114.20 terhadap yen, tidak jauh dari posisi puncak pada pekan lalu yakni 114.83. Sementara greenback telah melonjak lebih dari 10% terhadap yen pada bulan lalu. Terhadap beberapa mata uang utama, USD cenderung mendatar pada level 100.50. Pergerakan mata uang terbesar yang terjadi adalah dolar Australia yang jatuh sebanyak 0,6%.
Posisi rupiah pada data Yahoo Finance menunjukkan semakin perkasa hingga menyentuh level Rp13.298/USD di perdagangan sore, atau lebih baik dari sebelumnya di posisi Rp13.375/USD. Pada tengah pekan ini rupiah bergerak pada kisaran harian Rp13.290-Rp13.375/USD.
Menurut data SINDOnews dari Limas, rupiah hari ini berakhir lebih tinggi ke level Rp13.362/USD. Posisi ini memperlihatkan perbaikan rupiah dari penutupan kemarin yang berada di level Rp13.387/USD.
Berdasarkan data Bloomberg sore ini, rupiah berakhir di posisi Rp13.333/USD atau menguat sebesar 37 poin dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.370/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran Rp13.312-Rp13.363/USD .
Data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan di level Rp13.336/USD. Posisi ini membaik dibandingkan level sebelumnya Rp13.405/USD.
Seperti dilansir Reuters, Rabu (7/12/2016) USD kembali naik menuju posisi terbaik dalam 10 bulan saat melawan yen, sedangkan sebagian besar mata uang utama lainnya tengah di bawah tekanan menanti pertemuan Bank Sentral Eropa. Menurut analis jika kebijakan yang diputuskan Bank Sentral Eropa nanti disambut baik pasar, maka euro akan cenderung rebound mencapai 4% terhadap USD.
Tercatat USD naik sebesar 0,2% menjadi 114.20 terhadap yen, tidak jauh dari posisi puncak pada pekan lalu yakni 114.83. Sementara greenback telah melonjak lebih dari 10% terhadap yen pada bulan lalu. Terhadap beberapa mata uang utama, USD cenderung mendatar pada level 100.50. Pergerakan mata uang terbesar yang terjadi adalah dolar Australia yang jatuh sebanyak 0,6%.
(akr)