IHSG Diperkirakan Menguat Tipis Menuju Level 5.340
Jum'at, 09 Desember 2016 - 08:35 WIB
IHSG Diperkirakan Menguat Tipis Menuju Level 5.340
A
A
A
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih menguat dengan kecenderungan mendekati area overbought dan MA50 dan akan tertahan dengan range pergerakan 5.245-5.340. Analis Reliance Securities Lanjar Nafi menerangkan pergerakan IHSG berbalik menguat menuju resistance pergerakan rata-rata 50 hari dengan mematahkan pola negatif dan signal pulled back resistance.
"Meskipun demikian Indikator stochastic cenderung terkonsolidasi negatif dengan kemungkinan dead-cross diarea jenuh jual," ujar Lanjar di Jakarta, Jumat (9/12/2016).
(Baca Juga: IHSG Berakhir ke Level 5.303 Saat Bursa Jepang Melesat)
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak menguat pada sesi kedua setelah sempat dibuka terkonsolidasi dengan ditutup naik 38,36 poin sebesar 0,73% di level 5.303,73 dengan volume yang cukup tinggi. Sektor infrastruktur dan properti konstruksi memimpin penguatan indeks sektoral.
Pembuatan sejumlah mekanisme oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna mendorong pihak swasta dalam peningkatan partisipasi dalam pembangunan infrastruktur direspon positif oleh investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA).
"Dimana sejak bulan lalu saham pada sektor infrastruktur maupun property konstruksi telah tertekan cukup signifikan. Ditengah optimisme investor domestik terhadap sentimen eksternal maupun internal, Investor asing justru masih terlihat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp464,9 miliar," paparnya.
"Meskipun demikian Indikator stochastic cenderung terkonsolidasi negatif dengan kemungkinan dead-cross diarea jenuh jual," ujar Lanjar di Jakarta, Jumat (9/12/2016).
(Baca Juga: IHSG Berakhir ke Level 5.303 Saat Bursa Jepang Melesat)
Sementara, IHSG kemarin pun bergerak menguat pada sesi kedua setelah sempat dibuka terkonsolidasi dengan ditutup naik 38,36 poin sebesar 0,73% di level 5.303,73 dengan volume yang cukup tinggi. Sektor infrastruktur dan properti konstruksi memimpin penguatan indeks sektoral.
Pembuatan sejumlah mekanisme oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) guna mendorong pihak swasta dalam peningkatan partisipasi dalam pembangunan infrastruktur direspon positif oleh investor pada perdagangan hari ini. Saham-saham yang dapat dicermati diantaranya PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. (RALS), PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA), PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) dan PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA).
"Dimana sejak bulan lalu saham pada sektor infrastruktur maupun property konstruksi telah tertekan cukup signifikan. Ditengah optimisme investor domestik terhadap sentimen eksternal maupun internal, Investor asing justru masih terlihat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp464,9 miliar," paparnya.
(akr)
Lihat Juga :