Ketersediaan Energi Kunci Pertumbuhan Ekspor Indonesia

Minggu, 11 Desember 2016 - 10:05 WIB
Ketersediaan Energi...
Ketersediaan Energi Kunci Pertumbuhan Ekspor Indonesia
A A A
JAKARTA - Pemerintah menyatakan kunci keberhasilan peningkatan ekspor yakni ketersediaan energi bagi sektor industri. Hal ini disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam Indonesianisme Summit 2016 di Jakarta.

Airlangga menjelaskan, ketersediaan energi dalam jumlah yang memadai dan harga yang bersaing mampu mendukung pertumbuhan industri nasional.

"Ada industri-industri yang sebenarnya Indonesia bisa menjadi juara. Misalnya Industri Elektronik, Pulp and paper juga CPO. Yang pasti industri akan terus di dorong dan energi adalah kuncinya," ujarnya.

Menurut Menperin, energi merupakan komponen vital bagi industri untuk bahan baku maupun bahan bakar dalam proses produksi. “Oleh karena itu, perlu penyediaan energi baik yang bersumber dari listrik, gas maupun batubara,” tegasnya.

Sepuluh sektor industri yang perlu mendapatkan harga gas yang kompetitif, yakni Industri Pupuk, Industri Petrokimia, Industri Oleokimia, Industri Baja/Logam Lainnya, Industri Keramik, Industri Kaca, Industri Ban dan Sarung Tangan Karet, Industri Pulp dan Kertas, Industri Makanan dan Minuman, serta Industri Tekstil dan Alas Kaki.

Sebagai gambaran, jenis energi yang dibutuhkan industri pada 2015, yakni untuk listrik sebesar 76.187 GWh, gas sebesar 505.141 MMBTU, dan batubara sebesar 35 juta ton. Sedangkan, proyeksi pada tahun 2020, kebutuhan listrik mencapai 123.554 GWH, gas mencapai 621.712 MMBTU, dan batubara mencapai 45 juta ton.

"Sumber daya energi merupakan modal untuk pembangunan. Apabila harga gas kita dapat kompetitif seperti negara lain, saya yakin industri nasional mampu bersaing di pasar global,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Arcandra Thahar mengungkapkan, pemerintah sudah membuat kebijakan untuk menurunkan harga gas industri. "Sudah ada tiga sektor industri yang harga gasnya turun. Untuk dua industri lagi yaitu kaca dan keramik sedang kami bahas intensif agar harganya bisa di kurangi," kata Archandra.

Salah satu celah untuk menurunkan harga gas, yakni dengan mengurangi besaran pendapatan negara bukan pajak (PNPB).

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, sudah saatnya Indonesia sebagai bangsa yang besar dan memiliki pasar yang besar untuk menunjukkan keberpihakan kepada industri dalam negeri. “Kami di Kementerian Perhubungan akan berupaya untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada industri alat angkut di dalam negeri seperti PT INKA, PT PAL, PT DI untuk memanfaatkan peluang pasar yang ada,” tambahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Peluang Ekspor Industri...
Peluang Ekspor Industri Pakaian Jadi Kembali Terbuka
Impor Bahan Baku Industri...
Impor Bahan Baku Industri Bakal 'Dipaksa' Turun Mencapai 35%
Meski Pandemi, Ekspor...
Meski Pandemi, Ekspor Otomotif pada Maret Meningkat 18,40%
Inovatif dalam Teknologi,...
Inovatif dalam Teknologi, 11 Perusahaan Raih Penghargaan Rintek
Menperin Turun Langsung...
Menperin Turun Langsung Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pabrik Makanan Ini
Gelar Inovasi Produk...
Gelar Inovasi Produk dan Kompetisi Barista: Kemenperin Perkenalkan Susu Kacang Mede Lokal Pertama di Indonesia
Berita Terkini
Zero ODOL Dinilai Jadi...
Zero ODOL Dinilai Jadi Titik Awal Perkuat Keselamatan Transportasi
29 menit yang lalu
PFII Ditargetkan Beroperasi...
PFII Ditargetkan Beroperasi Tahun Ini, Purbaya Bocorkan Penentuan Lokasi
40 menit yang lalu
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki...
PLN EPI-eFUELS SEA Jajaki Pengembangan Rantai Pasok Hidrogen Hijau RI-Singapura
1 jam yang lalu
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
1 jam yang lalu
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
2 jam yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
3 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved