Pertamina Butuh Rp52 Triliun Bangun Cadangan Minyak Strategis

Selasa, 13 Desember 2016 - 12:55 WIB
Pertamina Butuh Rp52...
Pertamina Butuh Rp52 Triliun Bangun Cadangan Minyak Strategis
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku membutuhkan dana hingga sebesar USD4 miliar atau sekitar Rp52 triliun (kurs Rp13.000/USD) untuk membangun cadangan minyak strategis (strategic petroleum reserve/SPR) hingga 30 hari. Anggaran tersebut untuk menyiapkan infrastruktur untuk membangun cadangan minyak nasional.

(Baca: Rini Ingin Pertamina Masuk Tiga Besar Perusahaan Energi Dunia)

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang mengklaim, Pertamina sejatinya sanggup membangun cadangan minyak nasional hingga 30 hari tanpa sokongan dari pemerintah sedikitpun. Asalkan, seluruh perusahaan migas di Indonesia membeli minyak dari BUMN migas ini.

"Pertamina sanggup (bangun SPR 30 hari) asal semua perusahaan yang bermain oil and gas harus beli dari Pertamina. Kalau tidak, stok nganggur buat apa," katanya di The Ritz Carlton Hotel, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Menurutnya, konsep ini telah dilakukan di Saudi Arabia melalui BUMN migasnya Saudi Aramco. Seluruh perusahaan migas di Arab membeli minyak dari Aramco, sehingga cadangan minyak nasional di negara tersebut cukup besar.

"Seperti di Arab, belinya dari Aramco. Jadi pemerintah enggak keluar biaya, Pertamina dapat keuntungan dari situ," imbuh dia.

Bambang menuturkan, jika seluruh perusahaan migas di Tanah Air membeli BBM dari Pertamina, maka perseroan dapat memutar stok untuk meningkatkan cadangan migas nasional.

"Kalau (cadangan minyak nasional) menjadi 30 hari nambah sekitar USD4 miliar untuk infrastrukturnya. Jadi, kalau kita suruh nambah 30 hari tapi semua pemain yang jual BBM di Indonesia harus beli dari Pertamina untuk memutar stok itu," jelasnya.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Krisis Hormuz Kuras...
Krisis Hormuz Kuras Cadangan Minyak Singapura ke Titik Terendah sejak 13 Tahun
1 menit yang lalu
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
19 menit yang lalu
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
10 jam yang lalu
Pegadaian Gelar LEXIS...
Pegadaian Gelar LEXIS 2026, Langkah Strategis Layani Masyarakat di Tengah Transformasi Hukum Nasional
10 jam yang lalu
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
10 jam yang lalu
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
10 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved