Putusan MK Soal UU Tax Amnesty Jadi Momentum Reformasi Pajak

Rabu, 14 Desember 2016 - 19:59 WIB
Putusan MK Soal UU Tax...
Putusan MK Soal UU Tax Amnesty Jadi Momentum Reformasi Pajak
A A A
JAKARTA - Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materi atas Undang-undang (UU) Nomor 11 tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak atau tax amnesty membuat Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani kembali fokus untuk melakukan reformasi perpajakan. Menurutnya UU pengampunan pajak merupakan satu pekat dari keseluruhan reformasi di sektor perpajakan.

(Baca Juga: MK Tolak Gugatan UU Tax Amnesty)

Setelah UU Pengampunan Pajak bergulir, kini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyiapkan revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP), UU Pajak Penghasilan (PPh), dan UU Pajak Pertambahan Nilai (PPN). "Kita berharap seluruh paket peraturan perundangan merupakan suatu pilar dari keseluruhan reformasi perpajakan," katanya di Gedung MK, Jakarta, Rabu (14/12/2016).

(Baca Juga: Respons Sri Mulyani Saat Gugatan Tax Amnesty Kandas di MK)

Menurutnya, reformasi perpajakan juga bertujuan untuk memperbaiki institusi Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak baik itu dari sisi database, hingga teknologi informasi. Dengan begitu, informasi yang diperoleh dari program tax amnesty ataupun dari sumber lainnya dapat digunakan secara optimal untuk menambah penerimaan negara.

"Agar seluruh informasi yang kita peroleh baik melalui UU Tax Amnesty atau seluruh informasi yang lain akan bisa digunakan secara optimal bagi pemerintah untuk bisa mengumpulkan perpajakan pada tahun ini dan tahun yang akan datang," imbuh dia.

Selain itu, tambah mantan Menkeu era Presiden SBY ini, reformasi perpajakan juga mencakup perbaikan dari sisi proses bisnis dan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara umum. Putusan MK ini diakuinya menjadi momentum kuat untuk terus memperbaiki kinerja di Ditjen Pajak.

"Dan pada akhirnya akan bisa menciptakan penerimaan yang baik, yang kemudian bisa digunakan sebagai sumber dana pembangunan untuk mencapai tujuan bernegara yaitu masyarakat adil dan makmur," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengampunan Pajak Tinggal...
Pengampunan Pajak Tinggal 34 Hari, Pemerintah Kantongi Rp10 Triliun Lebih
Tinggal 28 Hari! Ikuti...
Tinggal 28 Hari! Ikuti Pengampunan Pajak atau Kena Denda 200 Persen
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
8 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
8 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
8 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
9 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
9 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved