Rupiah Ditutup Anjlok 90 Poin ke Rp13.384/USD
Kamis, 15 Desember 2016 - 17:21 WIB
Rupiah Ditutup Anjlok 90 Poin ke Rp13.384/USD
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot Kamis (15/12/2016) ditutup anjlok 90 poin atau 0,68% ke posisi Rp13.384/USD.
Pagi tadi, rupiah di indeks Bloomberg, dibuka melemah 0,37% atau 49 poin ke Rp13.342/USD. Sepanjang hari ini, mata uang NKRI bergerak di level Rp13.325-Rp13.413 per USD.
Data Yahoo Finance pada Kamis ini mencatat rupiah ditutup terperosok hingga 103 poin atau 0,77% ke Rp13.395/UD. Sebelumnya rupiah dibuka di level Rp13.290 per USD. Dan hari ini, rupiah di indeks Yahoo Finance diperdagangkan di level Rp13.290-Rp13.395 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis ini mematok rupiah di Rp13.367/USD, terdepresiasi 82 poin dari posisi Rp13.285/USD pada Rabu kemarin.
Keputusan bank sentral AS, Federal Reserve menaikkan suku bunga membuat indeks USD melonjak ke tingkat tertinggi sejak Januari 2003. Kenaikan suku bunga 25 basis poin tersebut memang telah banyak diharapkan oleh pasar keuangan.
Mengutip dari Reuters, Kamis (15/12/2016), kebijakan The Fed ini untuk mengakomodasi pemerintahan baru AS, dimana investor mengharapkan kenaikan inflasi dan mendorong pertumbuhan dengan ekspansi fiskal yang besar.
Indeks USD pun melonjak 0,8% terhadap sekeranjang mata uang utama ke level 102,62. Dolar AS pun menguat terhadap yen Jepang 0,7% ke posisi 117,87, terkuat sejak Februari 2016. Daya tarik kebijakan AS yang lebih tinggi membuat mata uang Asia melemah, dengan yuan China yang jatuh ke tingkat terendah dalam delapan tahun terakhir.
Euro mencapai titik terendah 21 bulan USD1,0468 EUR, dekat dengan kondisi 2015 yaitu USD1,0457 EUR, dan membuat mata uang Benua Biru menjadi terlemah sejak tahun 2003.
Pagi tadi, rupiah di indeks Bloomberg, dibuka melemah 0,37% atau 49 poin ke Rp13.342/USD. Sepanjang hari ini, mata uang NKRI bergerak di level Rp13.325-Rp13.413 per USD.
Data Yahoo Finance pada Kamis ini mencatat rupiah ditutup terperosok hingga 103 poin atau 0,77% ke Rp13.395/UD. Sebelumnya rupiah dibuka di level Rp13.290 per USD. Dan hari ini, rupiah di indeks Yahoo Finance diperdagangkan di level Rp13.290-Rp13.395 per USD.
Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Kamis ini mematok rupiah di Rp13.367/USD, terdepresiasi 82 poin dari posisi Rp13.285/USD pada Rabu kemarin.
Keputusan bank sentral AS, Federal Reserve menaikkan suku bunga membuat indeks USD melonjak ke tingkat tertinggi sejak Januari 2003. Kenaikan suku bunga 25 basis poin tersebut memang telah banyak diharapkan oleh pasar keuangan.
Mengutip dari Reuters, Kamis (15/12/2016), kebijakan The Fed ini untuk mengakomodasi pemerintahan baru AS, dimana investor mengharapkan kenaikan inflasi dan mendorong pertumbuhan dengan ekspansi fiskal yang besar.
Indeks USD pun melonjak 0,8% terhadap sekeranjang mata uang utama ke level 102,62. Dolar AS pun menguat terhadap yen Jepang 0,7% ke posisi 117,87, terkuat sejak Februari 2016. Daya tarik kebijakan AS yang lebih tinggi membuat mata uang Asia melemah, dengan yuan China yang jatuh ke tingkat terendah dalam delapan tahun terakhir.
Euro mencapai titik terendah 21 bulan USD1,0468 EUR, dekat dengan kondisi 2015 yaitu USD1,0457 EUR, dan membuat mata uang Benua Biru menjadi terlemah sejak tahun 2003.
(ven)